Mohon tunggu...
Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Mohon Tunggu... Penulis

Orang biasa. Tinggal di desa. Masih sedang belajar mengeja aksara.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Menhub Budi Positif Covid-19, Masih Juga Ada Informasi yang Bias?

15 Maret 2020   10:42 Diperbarui: 15 Maret 2020   10:44 76 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menhub Budi  Positif Covid-19, Masih Juga Ada Informasi yang Bias?
Menteri Perhubungan Budi Katya Dumadi/kompas.com

Ada informasi yang janggal, dan merupakan kali kedua yang seharusnya tidak kembali terulang. Dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia sekarang ini, pihak pemerintah dianggap publik  seolah-olah tidak ada koordinasi yang pasti. 

Pada saat Presiden jokowi, Senin (2/3/2020) mengumumkan dua warga Indonesia positif terjangkit virus corona, setelah sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang berkunjung ke Indonesia,  kemudian muncul dugaan  adanya ketidakjelasan informasi  yang disampaikan orang nomor satu di negeri ini setelah ada bantahan oleh pasien positif corona itu sendiri.

Hal itu terjadi disebabkan setelah Presiden jokowi memberikan pernyataan, kemudian dilanjutkan oleh penjelasan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, yang ternyata tidak akurat, alias tidak sesuai dengan fakta sebagaimana pengakuan pasien. Sehingga karena itu pula Presiden Jokowi merasa gusar, dan selanjutnya menunjuk Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto sebagai juru bicara pemerintah terkait wabah virus corona, atawa kemudian dinamakan Covid-19 itu. 

Sekarang  ini kesimpang-siuran itu kembali terulang. Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Sabtu (14/3/2020)  menjelaskan bahwa Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi positif terjangkit covid-19. Namun sebelumnya, pihak rumah sakit pusat  Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, hanya mengatakan seorang pejabat pemerintah positif virus corona dengan identitas pasien 76 saja.

Bahkan sebelumnya, staf khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi, Adita Irawati, membantah jika Budi Karya Sumadi terjangkit covid-19. Adita mengatakan bahwa Menteri Perhubungan tengah dalam perawatan rumah sakit hanya karena penyakit tifus dan asma yang telah lama dideritanya.

Terkait informasi kasus virus corona yang menimpa Menhub Budi Karya ini pun tidak jauh berbeda dengan informasi yang pertama. Tidak adanya koordinasi antara satu instansi dengan instansi lainnya, selain menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, juga persepsi negatif yang menganggap masih tidak transparannya pihak pemerintah dalam menyampaikan informasi. 

Dalam hal ini, yang paling disorot adalah pernyataan stafsus Menteri Perhubungan bidang komunikasi. Publik menangkap kesan seorang Adita Irawati masih bersikap seperti pejabat di jaman rezim Orde Baru. Rumor bahwa Menhub Budi Karya positif terjangkit virus corona sudah menyebar luas, namun Adita masih juga enggan untuk menganggukan kepala. Bahkan yang bersangkutan menutupinya dengan penyakit yang telah lama diderita atasannya.

Selain dituding masih bergaya seorang pejabat rezim Orde Baru, Adita pun dianggap gagap dalam berkomunikasi sehingga ahirnya menimbulkan banyak persepsi negatif di tengah publik. 

Oleh karena itu, agar kejadian serupa tidak terulang untuk kesekian kalinya lagi, seluruh kementerian sudah seharusnya tunduk dan taat terhadap satu komando. Terlebih lagi di dalam menghadapi pandemi virus corona ini. Bukankah Presiden Jokowi sendiri sudah dengan tegas dan jelas menunjuk juru bicara, yakni Sekretaris Dirjen P2P, Achmad Yurianto.

Atawa memang seorang Adita belum faham dengan yang namanya pandemi? Jangan main-main lho. Saat ini masyarakat banyak sedang merasa cemas dan panik. Seharusnya keadaan ini jangan ditambahi lagi dengan sikap yang tidak jelas dan ditutup-tutupi. ***

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x