Mohon tunggu...
Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Mohon Tunggu... Penulis

Orang biasa. Tinggal di desa. Masih sedang belajar mengeja aksara.

Selanjutnya

Tutup

Politik

BG Selain Dicalonkan Wakapolri, Juga Hendak diangkat Sebagai Menteri

22 Februari 2015   04:49 Diperbarui: 17 Juni 2015   10:44 160 2 3 Mohon Tunggu...

Setelah batal menjadi calon tunggal Kapolri, berhembus isu kalau BG akan dicalonkan sebagai Wakapolri, untuk menggantikan posisi BH yang saat ini dijadikan alternatif calon Kapolri oleh Presiden Jokowi. Apabila tidak jadi Wakapolri, maka – menurut isu lain, BG akan diangkat sebagai menteri dalam Kabinet Kerja jelang resuffle kabinet yang akan dilakukan Jokowi satu bulan ke depan.

Kabar akan diangkatnya BG sebagai calon Wakapolri, keluar dari mulut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F. Sompie. Karena, menurut Ronny Presiden Joko Widodo semula menyatakan Budi Gunawan masih ingin berkontribusi di Mabes Polri meski gagal menjadi Kapolri. Presiden belum menentukan posisi untuk Budi. Namun kuasa hukum Budi, yaitu Fredrich Yunadi, mengatakan Budi bisa mengisi posisi Wakapolri.

Lebih lanjut Ronny menjelaskan, nama Budi sudah dibahas dalam rapat Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi yang dipimpin Wakil Kepala Polri. Nama Budi masuk dalam bursa bersama Dwi Priyatno dan Putut Eko Bayu Seno.

Sedangkan kabar akan diangkatnya BG sebagai kandidat menteri, dihembuskan oleh Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo. “"Semakin terdengar karena ada wacana pilihan Budi Gunawan akan menjadi Wakil Kapolri atau masuk sebagai menteri Kabinet Kerja," katanya.

Menurut dia, kebenaran isu perombakan kabinet akan ditentukan dinamika internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam kurun satu bulan ke depan. Jika situasi makin panas, berarti Jokowi dan PDI Perjuangan gagal bersepakat. Tapi, jika PDIP kembali menyokong Jokowi, berarti wacana reshuffle kabinet akan terwujud.

O My God. Jika isu itu benar, maka benar pula tudingan kalau Presiden Jokowi tak bisa lepas dari campur-tangan PDIP, terutama dari Ketua Umumnya, Megawat, beserta elit KIH lainnya. Padahal publik pun sudah tahu saat penggodokkan calon menteri yang melibatkan KPK dan PPATK, nama BG yang ketika itu digadang-gadang masuk kabinet, ternyata mendapat stabilo merah. Kemudian nama BG pun masuk ke keranjang sampah.

Kalau saja Jokowi konsisten, dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, sebetulnya kemarin juga tak perlu untuk mengusulkan BG sebagai calon tunggal TB 1, karena ketika diusulkan sebagai calon menteri pun oleh KPK sudah diberikan tanda merah.

Bagaimanpun sikap keukeuh untuk mengangkat BG, baik sebagai Wakapolri maupun menteri, Jokowi sudah pasti akan mendapat banyak kecaman.Karena terlepas dari dimenangkannya gugatan BG terhadap KPK dalam sidang praperadilan kemarin, namun stigma pada nama BG sudah dianggap sulit untuk dihapus begitu saja. Apalagi ada rencana kasusnya tersebut akan kembali diungkap. Berarti BG masih terbelit oleh kasus hukum, dan kalau tetap dipaksakan, paling tidak kepercayaan terhadap pemerintahan Jokowi berikut partai pendukungnya pun akan pudar seketika.

Oleh karena itu, sebaiknya Jokowi segera untuk mengambil sikap. Secara tegas, tentu saja. Apakah hendak mendengar harapan rakyat banyak, atawa tetap bersembunyi di balik ketiak elit KIH yang begitu jelas terkesan enggan melihat tegaknya hukum sebagai panglima di negeri ini ?

Akan tetapi keabsahan dari kabar itupun sepertinya diragukan. Bagaimanapun munculnya dari mulut-mulut orang yang dianggap suka melakukan manuver secara berlebihan. Publik pun tahu perilaku Bamsoet dan Ronny yang sering kontradiktif, bahkan dianggap orang suka kebablasan.

Entahlah... ***

VIDEO PILIHAN