Kesehatan Pilihan

Mengapa Makanan yang Kita Makan Harus Dikunyah?

15 Mei 2019   23:11 Diperbarui: 16 Mei 2019   12:38 160 1 0
Mengapa Makanan yang Kita Makan Harus Dikunyah?
source: http://eplwire.com

Sedari dulu, kita diajarkan oleh ayah dan bunda bagaimana manner makan yang baik dan benar juga elegan. Apakah masih nyantol di sanubari kita tentang apa saja manner yang baik ketika makan? Mari kita mengingatnya sedikit. Mulai dari makan dengan tangan kanan, makan tidak boleh "mengecap" atau menjudge mengunyahnya dengan berisik, dan lain sebagainya.

Namun, terkadang sewaktu kita balita, kita malas untuk mengunyah makanan dan malah makanan yang kita makan "diemut" lalu dikumur-kumur, tidak ingin rasanya makanan ini kita kunyah dan menelannya dengan lapang dada.

Muncul pertanyaan yang melayang-layang di kepala saya. Mengapa kita harus mengunyah makanan yang kita makan? Apa untungnya? Bagaimana kalau tidak dikunyah dan langsung menelannya begitu saja, menelan seada-adanya wujud makanan itu? Mari saya telaah dan menjawabnya menggunakan metode "anabel" alias analisis gembel

Makanan harus dikunyah? Buat apa? Untungnya apa?

Mungkin jawaban dari para ahli gizi adalah "agar mudah dicerna tubuh". HMM... anabel saya punya jawaban lain.

Makanan harus dikunyah agar ketika kita makan, kita terlihat lebih cool atau keren. 

"LHAAAA deneng kayak kui??". YAA, memang seperti itu. Apakah kalian pernah melihat seseorang mengunyah permen karet? Terlihat lebih keren bukan? Saya beri contoh. Pada scene acara Mr. Bean sedang mencuci baju di tempat laundry, Mr. Bean bertemu dengan seorang pria yang sedang mengunyah, saya kira dia mengunyah permen karet. Pria itu pasti menjadi pusat perhatian para penonton, khususnya wanita.

Sedangkan, Mr. Bean juga menajadi pusat perhatian penonton, karena dia tidak sengaja memakai rok milik pelanggan laundry yang lain dan Mr. Bean menjadi bulan-bulanan pria keren itu. Contoh lain dari mengunyah memberi sentuhan karismatik adalah, Sir Alex Ferguson, pelatih legenda Manchester United, juga ada Britney Spears, penyanyi asal Amerika Serikat, pelantun lagu "aduh, aku melakukannya lagi".

Jadi mengunyah akan menambah karisma kita dan itu sangat berkaitan dengan manner saat makan. Kita akan lebih percaya diri ketika makan bersama pacar atau calon mertua.

Apa yang terjadi ketika kita tidak mengunyah makanan kita?

Yang pasti kerongkongan kalian akan mengerahkan upaya sekuat tenaga untuk menahan makanan yang kalian tidak kunyah. Apakah kalian tidak merasa kasihan kepada kerongkongan kalian? "Menari indah diatas tangisanku" begitu kata kerongkongan kalian yang mengutip lirik lagu "Manusia Bodoh" dari Ada Band. 

Ketika kita tidak mengunyah, ada bagian tubuh kita yang terlupakan. Apa itu? Ya, Gigi. Saya diajarkan oleh orang tua dan guru saya "Jangan menyia-nyiakan dan selalu manfaatkan benda yang kita punya." Sekarang saya tanya, pernahkah kalian menyia-nyiakan sesuatu? atau seseorang?

Ketika kita menyia-nyiakan seseorang yang sebenarnya menyayangi kita, bagaimana sikap orang tersebut? Saya yakin jika dia waras, dia akan cepat-cepat meninggalkanmu, mungkin tanpa pamit. Barulah, selang beberapa masa terlewat kalian akan menyadari bahwa dia adalah yang terbaik, "he's the chosen one".

Nah, saya menemukan jawaban dari hasil anabel apa yang terjadi jika kita makan tanpa kunyah? Gigi kita lama-kelamaan akan menanggalkan diri mereka seiring tanggal pula kepercayaan mereka terhadap diri kalian. Kalian lebih mementingkan efisiensi waktu saja dalam kegiatan makan-memakan.

Padahal makanan diciptakan untuk dinikmati setiap kunyahannya, namun kalian telah mengecewakan barisan para gigi yang telah menemani kalian sejak 6 bulan kalian menghirup bau dunia. 

Ketika gigi kalian sudah tanggal semua, sampai-sampai kalian diberi julukan "si ompong", pada siapakah kalian meminta bantuan? Kepada gusi? Saya rasa gusi akan menambah parah penderitaan kalian. Karena setiap hari kalian akan memohon dan berharap kepada gusi untuk menumbuhkan gigi-gigi yang telah hilang itu.

Jadi, Apakah Penting Bagi Kita untuk Mengunyah?

Ditinjau dari hasil final ANABEL dalam kasus kunyah-mengunyah ini bisa ditarik sebuah kesimpulan menurut ANABEL saya.

Pertama, mengunyah itu penting, karena itu adalah salah satu bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah menciptakan segala parsial yang ada di tubuh kita ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2