Mohon tunggu...
Arif R. S.
Arif R. S. Mohon Tunggu... Guru - Banyuwangi-Probolinggo, Satu Jiwa.

Menyenangi kata yang kesepian dan gaduh

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi Hari Guru: Selepas Azan Subuh

25 November 2021   02:18 Diperbarui: 25 November 2021   07:55 555 41 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi anak-anak sekolah nan bersahaja. Sumber: stokpic on pixabay.com

Berpuluh tahun, rindumu kau paku di ujung azan Subuh
Di dada, iman telah melesap, detak jam tak lagi kau kenal
Cukuplah azan, awal penanda kembali dimulainya perjuangan

Ketika dingin masih betah bersarang di tulang sumsum
Dan kelopak mata masih enggan memandu terang
Kau gesit berselempang tujuan, mengukir masa depan

Di antara lampu-lampu yang telah terkantuk-kantuk
Kau tembus aroma sisa derasnya hujan semalam
Dan tanah, begitu kental memantulkan uap kehidupan

Di ujung aspal, dengus napasmu mulai mengeja arti pengorbanan
Sebab di depan, masih terbentang jauh kerikil dan bebatuan
Melukis tanjakan dan turunan yang masih congkak menganga  

Engkau menggerung, memecah sepinya alam pedesaan
Menyapa burung-burung yang masih betah berkicau di sarang
Belum berpencar mematuk-matuk sisa biji-bijian

Sesampai di depan gerbang sekolah, senyummu mengembang
Sebab apa? Anak-anak bersahaja berhamburan dan berlarian
Menciumi telapak tanganmu, yang masih beraroma kasih sayang

Dan mereka berucap,"Selamat Hari Guru."
Hari ini dan di detik ini, netramu kembali berkaca-kaca

* Untuk guru-guru super hebat di daerah pinggiran, tertinggal, terluar, dan terdepan. Salam takzim selalu.

by: Arif R. Saleh. 25.11.2021.

 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan