Mohon tunggu...
Arif R. Saleh
Arif R. Saleh Mohon Tunggu... Banyuwangi-Probolinggo, Satu Jiwa.

Menyenangi kata yang kesepian dan gaduh

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Potret Senja

20 Maret 2021   16:50 Diperbarui: 20 Maret 2021   17:00 258 74 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Potret Senja
Ilustrasi Memotret Senja. Sumber: Jurgen Polle on Pixabay

Anak-anak impian. Berlarian melepas busur kegempitaan. Melesat dan melengking di antara desah angin dan dedaunan persawahan-persawahan. Lalu, menghilang di lekuk-lekuk gedung peradaban zaman.

Anak-anak kehidupan, menatap senja. Dan waktu, adalah makna. Memungut duri-duri, meletakkan hakekat diri. Membentuk jati diri.

Peradaban demi peradaban, membenturkan pertemuan-pertemuan. Ada kabar di awang-awang. Ada rindu nun jauh di seberang lautan.

Di daratan, dua hati dipertemukan. Gejolak jiwa, tumpah dalam hangatnya dekapan. Dan senja, tempat bertumpunya ritmik rindu nan menggebu-gebu.

Senja pula. Tempat menghimpun keinginan-keinginan. Masih tercecer dan tercerai-berai. Diungkit dan dianggit para pemuja kata. Tak mengenal makna, menutup mata.

Probolinggo, 20 Maret 2021

Puisi Oleh: Arif R. Saleh

Puisi lainnya: Etalase Janji Sepasang PengantinSonata Hujan di Beranda WaktuSebatang Pohon Besar di Tengah Sawah

VIDEO PILIHAN