Mohon tunggu...
Ar Rafi Saputra Irwan
Ar Rafi Saputra Irwan Mohon Tunggu... Penulis , Youtuber

- Mahasiswa Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang - Journalist Freelance Harianhaluan.com -Duta Damai Dunia Maya Indonesia BNPT - Duta Damai Dunia Maya Asia Tenggara

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Metode Dakwah Gaungkan Persatuan di Dunia Maya

9 November 2019   03:23 Diperbarui: 10 November 2019   22:06 0 0 0 Mohon Tunggu...
Metode Dakwah Gaungkan Persatuan di Dunia Maya
sumber: damailah RI

Berbicara tentang dakwah tidak akan asing lagi terdengar bagi telinga kita , menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dakwah merupakan suatu Propaganda penyiaran dan pengembangan di kalangan masyarakan dimana menyerukan untuk memeluk , mempelajari serta mengamalkan ajaran agama.

Dalam buku "Desain Ilmu Dakwah" yang di tulis oleh Muhammad Sulthon , Dakwah merupakan suatu aktifitas lisan dan tulisan mengenai usaha untuk menyeru , mengajak , dan memanggil manusia untuk beriman dan mentaati Allah SWT sesuai dengan garis aqidah dan syari'at serta Akhlak yang Islamiyah.

Berkembangnya Teknologi Informasi dan Komunikasi berupa Internet tidak menyurutkan aktifitas dakwah, bahkan dengan adanya perkembangan tersebut membuat lebih mudahnya seorang da'i untuk mencapai objek atau sasaran dakwah dengan memanfaatkan platfrom yang tersedia di jagat Dunia Maya diantaranya melalui Website dan Media Sosial. Hal ini di buktikan dengan hadirnya akun serta situs-situs yang berisi dakwah Islamiyah.

Namun ketika terjadinya gejolak dan gesekan politik di bumi pertiwi ini , sontak membuat saya sedikit prihatin dimana saya melihat di Media Sosial umumnya sesama bangsa Indonesia bahkan sesama muslim saling mengejek , mencela bahkan sampai memberikan gelar yang buruk dikarenakan perbedaan pandangan politik . 

Sengketa Politik pun kian memanas , dan secara tiba-tiba muncul lah akun-akun serta website dimana mengaku menyebarkan dakwah Islam akan tetapi ada hal yang membuat saya terheran-heran, akun tersebut bukan berusaha untuk mendinginkan situasi melainkan justru memprofokasi dengan narasi-narasi kebencian. Kesan yang saya lihat bukanlah menyebarkan ajaran agama Islam melainkan mengemukakan sebuah manifesto politis . Akibatnya terjadilah perdebatan yang di bumbui dengan isu SARA, hal ini membuat semakin terpecahnya bangsa Indonesia.

Sahabat damai sejatinya kita semua pasti tau bahwasanya dalam ajaran agama Islam seapapun kondisinya kita sangat di larang oleh Allah Swt untuk memaki , mencela , bahkan sampai memberikan gelar yang buruk . 

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Qs Al Hujarat : 11)

Dalam konteks dakwah sendiri , tidak perneh di benarkan dengan narasi kebencian justru dengan hikmah dan penlajaran yang baik .

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" (Qs An Nahal : 125)

Jagalah kalian dari api neraka, walaupun dengan bersedekah sepotong kurma. Namun siapa yang tidak mendapatkan sesuatu yang bisa disedekahkannya maka mulailah dengan (berucap) kata-kata yang baik. (HR. Al-Bukhari no. 6023 dan Muslim no. 2346)

Sebagai seorang muslim , hal yang perlu kita lakukan saat ini ialah Berdakwah dengan cara menggaungkan persatuan di dunia maya, dimulai dengan cara mengemukakan narasi perdamaian serta persatuan dan cinta tanah air . 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2