Mohon tunggu...
Abdul Rozak
Abdul Rozak Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

IG : @a.rozak___

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Di Kampung Halaman Ngapain?

15 Juni 2020   14:55 Diperbarui: 15 Juni 2020   15:06 13 2 0 Mohon Tunggu...

Tahun ini jadi tantangan tersendiri bagi gue secara pribadi. Karena sejak awal merebaknya virus Corona, gue udah mutusin buat pulang ke rumah di Indramayu. Keputusan ini juga diperkuat dengan surat edara rektor tentang kuliah secara daring, dan itu membulatkan niat gue untuk pulang ke kampung halaman di Indramayu.

Gue pulang dari Jakarta bulan maret, dan setibanya pulang ke kampung halaman, gue lapor ke pihak desa, di cek dan mengikuti instruksi dari pemerintah desa untuk melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari. Dikhawatirkan gue terpapar virus corona, karena gue habis pulang dari Jakarta yang mana menjadi episentrum penyebaran virus ini. Supaya ngga nularin ke orang juga sih hehehe.

14 hari rasanya lumayan lama, menghabiskan waktu di rumah untuk melakukan isolasi mandiri. Tapi gue coba-coba cari aktivitas yang sekiranya gk banyak aktif di luar dan ngga ngebosenin.

Masa isolasi mandiri udh gue lewati. Pasca isolasi,  seperti orang pada umumnya kadang jenuh dan ngga betahan di kampung halaman. Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, gue justru bersyukur.

Berkat pandemi corona ini juga gue bisa kumpul sama keluarga yang jarang gue lakukan. Ya karena kehidupan gue dulunya di Pesantren yang lumayan jauh dari tempat tinggal gue dan abis itu pergi merantau ke Jakarta. Jadi, jarang ada waktu untuk kumpul-kumpul.

Oh iya, selain gue seneng karena bisa kumpul-kumpul bareng keluarga, gue juga seneng karena bisa ngumpul bareng anak-anak muda di desa yang kritis dan punya planning masa depan desanya yang lebih baik lagi. Gue juga seneng karena bisa berinteraksi dengan banyak orang, saling sapa, saling tukar cerita dan pendapat.

Kadang hari-hari gue disibukin sama kegiatan di sawah, bertani. Gue seneng ajh, bisa tau cara bertani. Mungkin dengan gue tau cara bertani, gimana jerih payah petani, gue bisa lebih menghargai dan memuliakan derajatnya para petani. Bagi gue petani itu pahlawan, walaupun kadang negara mengusik dengan cara menggusur tanahnya.

Gue juga sapa temen-temen yanga ada di luar daerah, gue tanya kesibukannya apa, lagi ngurusin apa ajh. Mereka banyak yang lagi berkebun, beternak, bertani ada juga yang lagi santai ajh kadang sampai gabut. Macam-macam deh pokoknya hahaha.

Selain hal-hal itu semua, selama di kampung halaman, gue pribadi mencoba merenung apa sih langkah untuk memajukan sektor perekonomian di desa? Supaya orang-orang gk usah pada merantau ke luar daerah apalagi menjadi TKI di luar negeri. Dengan cara apa?

Dan di bidang lainnya seperti pendidikan, sosial-budaya dll kadang masih gue pikirin. Gue seneng ajh gitu, kalau gue bisa bermanfaat bagi banyak orang. Biar gue sekolah tinggi-tinggal ada hasilnya, bukan hanya dapet titel sama Ijazah doang. Hehehe

Temen-temen gue juga kadang sharing masalah problem-problem di desanya. Gue rasa dan gue yakin setiap desa itu punya problem yang sama, Cuma mungkin pendekatan penyelesaiannya yang berbeda. Gue seneng banget ketika ada temen yang cerita tentang keinginan dia untuk memajukan dan ikut andil dalam perubahan di desanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x