Mohon tunggu...
Arolina Sidauruk
Arolina Sidauruk Mohon Tunggu... ASN,

Kepo

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah

1 Agustus 2020   14:26 Diperbarui: 1 Agustus 2020   14:41 58 5 0 Mohon Tunggu...

Bagi setiap orang Pegadaian mungkin agak asing, dan bagi separoh orang pun menganggap bahwa Pegadaian adalah bagaikan pahlawan di gurun pasir yang dapat memberikan seteguk air di kehausan. Bagaimana tidak, ketika kondisi yang terpuruk akibat covid 19 melanda dunia ini, masih saja ada yang memberikan pinjaman dengan bunga rendah. 

Para pejuang keluarga sangatlah antusias dengan adanya Pegadaian ini, kita cukup membawa barang gadaian semacam Buku Pemilik Kenderaan Bermotor (BPKB) mobil atau motor, Emas , Barang elektronik ( laptop  atau Android ) .yang mempunyai nilai ekonomi. Tak dapat dipungkiri, bahwa saat ini tidak semua orang mempunyai tabungan di Bank, apalagi disaat sekarang semua harus mematuhi anjuran pemerintah yang tidak memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk beraktifitas mencari nafkah. Banyaknya pertambahan pengangguran menjadi salah satu akibat yang negatif bagi perputaran perekonomian, Tanpa berani untuk menjudge pemerintah, yang jelas saat ini Pemerintah sedang berusaha memperbaiki ekonomi  kita. 

Kembali ke pertolongan Pegadaian tadi. dengan semboyan menyelesaikan masalah tanpa masalah memang sudah tepat. Pegadaian tidak pernah membuat masalah yang memberatkan nasabah. terasa ringan ketika selama 3(tiga) bulan kita meminjam tanpa dikejar-kejar debcolektor. kita hanya membuat alarm di HP agar mengingatkan kita membayar ,memperpanjang atau menebus barang yang sudah kita gadaikan. bunganya kecil, tidak sampai 2%. tentu ini sangat membantu meringankan beban yang berat. dibanding ketika kita meminjam ke rentenir yang bisa melambungkan bunga sebanyak  5-15%. 

Anehnya banyak yang mau...  oh ya ,,sedikit tentang rentenir, saya sudah lama penasaran melihat perkembangan keberadaan rentenir ini, apakah tidak ada aturan yang melindungi kedua belah pihak antara debitur dan kreditur yang membuat kesepakatan bagaimana ketika suatu waktu wanprestasi? Jangan si rentenir langsung menyewa Bodyguard  untuk menakut-nakuti si peminjam?  Berat mungkin bagi pihak Bank untuk menertibkan ini, ibarat orang pacaran (wong sama-sama mau kog) Beda dengan Pinjaman syariah, kedua belah pihak masih takut Tuhan. sehingga bunganya masih ada yang memberikan 5%.

Saat ini, Pegadaian tidak lagi melayani  nasabah dengan uang tunai, pertama karena kondisi pandemi yang tidak memungkinkan orang berdesak-desakan di Pegadaian, sehingga terasa nyaman, ketika kita selesai bertransaksi kita hanya membawa barang agunan, surat perjanjian ,KTP/identitas dan nomor rekening. simple sekali.sehingga secara keseluruhan sangat aman. Dulu ketika bertransaksi di pegadaian, sangat jarang terlihat kaum pria. semua didominasi ibu-ibu yang membawa tentengan belanja dan anak yang masih kecil. 

Tapi sekarang.......para pria tersebut sudah tidak malu lagi ngantri duduk manis di pegadaian, ( apa karena pakai masker ya, sehingga tertutupi wajahnya) hehehehehe...Tapi apapun yang menjadi alasan mereka, yang pasti Pegadaian adalah Pahlawan yang berjasa buat kita saat ini, membantu perekonomian, membantu membayar uang sekolah, membantu sesuatu yang sangat mendesak.Saya harus berani jujur mengatakannya .  tapi saya kurang setuju apabila pinjaman tersebut dipakai buat foya - foya. (kualat)..

Sesuai dengan thema even kali ini "manfaatkan produk keuangan, makroprudensial aman terjaga", kita disuguhi beberapa pilihan, bagaimana cara kita memanfaatkan produk-produk yang ditawarkan Pihak Perbankan khususnya oleh Kementrian keuangan. banyak yang sudah tersedia didepan mata. intinya bagaimana usaha kita bisa maju dan berkembang, rakyat sejahtera dan tertolong. dengan adanya perputaran uang kita di Pegadaian, pemerintah akan mengelolanya dengan baik dan penuh kehatia-hatian, supaya perekonomian negara kita bisa tumbuh bersama, dan saya pikir semua produk keuangan tersebut mempunyai kaitan satu dengan yang lainnya yang bisa disebut merupakan Kebijakan Makroprudensial  yang dijalankan oleh Bank Indonesia ( betul tidak ya ?)

VIDEO PILIHAN