Mohon tunggu...
Arolina Sidauruk
Arolina Sidauruk Mohon Tunggu... ASN,

Kepo

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Berperilaku Cerdas di Tengah Ketidakpastian

11 Mei 2020   22:00 Diperbarui: 11 Mei 2020   22:19 58 1 0 Mohon Tunggu...

Berbicara tentang ketidak pastian, berarti "ragu". Keraguan dalam bertindak ,berpikir dan merasa was-was pada setiap keputusan. Berkaitan dengan keberadaan virus Covid 19, banyak sudah akibat yang ditimbulkan dalam peristiwa tersebut.  ada banyak ketakutan-ketakutan baru dalam menyiasati kondisi keuangan yang sangat berdampak. contoh nyata adalah ketika diumumkannya kekejaman virus tersebut, secara beriringan semua sektor perekonomian menjadi lumpuh.

ketika Pemerintah mengeluarkan edaran yang mengatakan  bahwa semua aktifitas harus dilakukan dirumah saja, maka segala sesuatu berobah total. Pekerja serabutan berhenti, Ojek Online pun menjerit,penjual makanan/warung nasi dan pelaku UMKM menjadi trauma sebab dagangan tidak laku.

Mall dan Swalayan pelan-pelan merumahkan pekerjanya, sebab pengunjung tidak ada, begitupun perusahaan swasta, sangat merasakan dampak covid 19 ini. Sejak dikeluarkannya surat edaran Work From Home, ASN pun turut merasakan kondisi yang tidak enak tersebut.

semua kegiatan seminar, rapat dan pertemuan-pertemuan formil sudah harus diberhentikan sementara, sehingga Pemerintah berinisiatif melakukan pertemuan dengan melakukan teleconference . Hasilnya memang kurang maksimal.

tapi apa boleh buat, semua dilakukan semata-mata agar program dan kegiatan Pemerintahan bisa berjalan sesuai dengan target. Ketika semua  kegiatan  rapat dilakukan dengan mempergunakan  aplikasi zoom, maka  kita akan berfikir, akan kemanakah  anggaran yang sudah disyahkan?

salah satu isi  UU nomor 25 tahun 2004, tertulis bahwa akan ada evaluasi setiap kegiatan yang sudah berjalan, untuk itu karena biaya perjalanan dinas dan rapat-rapat tidak terpakai dan sudah  terlewat sesuai jadwal, maka besar kemungkinan anggaran tersebut akan dikaji kembali melalui Perubahan disekitar  bulan Juli tahun 2020 yang akan datang, semoga Virus Corona segera tuntas dari dunia ini, khususnya di negara kita Indonesia.

Sehubungan dengan itu, saya selaku ASN  yang juga turut serta merasakan dampak covid 19 ini akan berbagi cerita tentang bagaimana usaha kita bersikap cerdas dalam mengelola setiap pengeluaran disaat kondisi yang tidak pasti ini. sebagai seorang ibu rumah tangga  saya sangat berperan penting didalam pengelolaan keuangan.

memang saya  rutin menerima gaji bulanan, saya harus  selalu menyisihkan uang sekolah anak  ( sekolah di swasta )  karena anak juga belajar dirumah, otomatis uang jajan yang setiap hari diberikan, saya sisihkan menambah extra puding  disela-sela kesibukannya belajar daring,supaya tidak jenuh.

Internetpun  harus siaga 24 jam, otomatis menambah pembayaran. Token dan PDAM wajib harus dibayar, beruntung saat ini, kegiatan arisan-arisan juga diberhentikan sementara, ibadahpun  masih dirumah, BBM untuk kenderaan harus selalu siap.

 Untuk membantu Pemerintah dalam menangani covid 19 ini, disarankan untuk tidak gampang menerima issue yang tidak berdasar, seperti misalnya, issue keuangan kita sudah hampir  bangkrut., kepada kita pun disarankan untuk tidak melakukan penarikan uang besar-besaran pada Bank, hal itu dimaksudkan agar pihak Bank tidak kewalahan dalam melayani nasabah-nasabah yang lain,sehingga tidak menimbulkan Rush.

Pemerintah  sangat serius dalam menangani kondisi yang tidak pasti ini, belum lagi para elit politik bermain kata-kata, yang dapat berakibat fatal bagi masyarakat pada umumnya dan tidak mengerti masalah politik, pemerintah melalui Kementrian Sosial, Kementrian Desa Tertinggal,dan Lembaga yang lain  telah berupaya untuk memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat yang berdampak covid 19. semua itu sangat mempengaruhi perputaran uang yang dikoordinir Bank Indonesia sebagai centralnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN