Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Lainnya - Tukang Kayu Setengah Hati

Menikmati Bola, Politik dan Sesekali Wisata

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Ternyata Ini Alasan Kemesraan Rusia dengan AS Lawan Covid-19

1 April 2020   16:51 Diperbarui: 2 April 2020   10:59 743
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Presiden AS Donald Trump (kiri) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan APEC di Danang, Vietnam pada 11 November 2017.(AFP/MIKHAIL KLIMENTYEV)

Seharusnya saling bantu di bencana kemanusiaan  seperti pandemi covid-19 dilandasi niat yang tulus atau ikhlas, namun rumus itu tidak dapat digunakan ketika melibatkan dua negara yang menjadi musuh bebuyutan, seperti Rusia dan Amerika Serikat. Tak ada makan siang yang  gratis. 

Pemerintah Rusia telah mengirimkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dan pasokan medis lainnya untuk membantu Amerika Serikat (AS) dalam menghadapi virus Corona (COVID-19).   Hal itu diutarakan oleh seorang seorang pejabat senior pemerintahan AS yang enggan disebut namanya.

"Kita mengharapkan Rusia untuk mengirimkan satu pesawat berisi alat pelindung diri dan pasokan, besok, seperti yang ditawarkan Presiden (Vladimir) Putin kepada Presiden (Donald) Trump," tutur pejabat senior itu, Rabu (1/4/2020).

Ini memang bukan mimpi dari AS yang memang sedang kepayahan menahan laju penyebaran di wilayahnya yang sudah membuat sekitar 188 ribu orang terinfeksi covid-19 menurut data worldodometer hari ini, Rabu (1/4/2020).

Pihak Rusia juga mengonfirmasi kebenarannya, melalu keterangan dari juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov pada Selasa (31/3). "Trump dengan penuh terima kasih menerima bantuan kemanusiaan ini," kata Peskov.

Bukan itu saja, Peskov bahkan menyiratkan bahwa akan ada "balas  budi" yang diharapkan Rusia  dari pemberian bantuan  tersebut. "Penting untuk dicatat bahwa ketika menawarkan bantuan kepada kolega AS, presiden (Putin) mengasumsikan bahwa ketika produsen peralatan dan bahan medis AS memperoleh kesempatan, mereka juga akan dapat membalas (memberi bantuan ke Rusia) jika diperlukan," kata Peskov.

Ada apa ini, bagaimana bisa dua negara yang bisa dianggap sebagai musuh bebuyutan ini, bisa saling membantu saat wabah ini?

Terlalu banyak alasan untuk memahami jika satu sama lain pada akhirnya tidak akan mau saling membantu. Hubungan kedua negara ini tak akan akur karena terlalu banyak persoalan yang memperlebar jurang saling sengketa mereka.

Sebut saja soal Venezuela dan Rusia. Pada Maret 2019, Amerika Serikat meminta agar militer Rusia keluar dari Venezuela. Namun permintaan itu, dibalas Rusia agar Amerika Serikat lebih dulu keluar dari Suriah. 

Selain itu soal konflik Iran dan AS. Trump bahkan menuduh Putin membantu Iran untuk menyerang markas AS di Tmur Tengah. Tak ada yang akan mau mengalah. Apalagi jika sudah berkaitan dengan kepentingan soal pencaplokan wilayah yang berdekatan dengan komiditi terpenting dunia, minyak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun