Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Anak Teknik Sipil yang Jadi Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Artikel Utama

Makna di Balik Ucapan Selamat SBY untuk Jokowi

22 Mei 2019   05:44 Diperbarui: 22 Mei 2019   12:13 0 19 5 Mohon Tunggu...
Makna di Balik Ucapan Selamat SBY untuk Jokowi
Jokowi dan SBY I Gambar : Tribunnews.com

"Mengiringi ucapan selamat saya kepada Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin dalam kapasitas saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-6 atas kepercayaan rakyat yang diberikan kepada Bapak berdua untuk pada saatnya memimpin Indonesia lima tahun mendatang, saya menyambut baik dan mendukung penuh komitmen dan tekad mulia Bapak berdua untuk memimpin dan mengayomi rakyat Indonesia secara adil tanpa kecuali," kata SBY.

Melalui video, SBY memberikan ucapan selamat untuk Jokowi dan Ma'ruf Amin. Meskipun prosesnya masih berlanjut ke Mahkamah Konsitusi (MK) karena pihak Prabowo Subianto masih melayangkan gugatan, namun bagi SBY, Jokowi sudah menjadi pemenang.

Ucapan selamat SBY sekali lagi membuktikan kenegarawanannya. Di dalam ucapan selamatnya, Presiden RI keenam tersebut, mengatakan bahwa sikapnya ini adalah sebagai bentuk rekonsiliasi, yang disebutnya sebagai pembasuhan luka anak bangsa.

"Juga awal yang indah bagi terbasuhnya luka di antara anak bangsa, serta bagi rekonsiliasi dan bersatunya kembali anak bangsa secara terhormat," kata SBY.

Luka anak bangsa yang dimaksud SBY tentu adalah karena adanya polarisasi yang semakin menguat dan meruncing di masa kampanye hingga pengumuman KPU. Anak bangsa saling menuding menyerang dan menganggap diri lebih baik dari berbagai klaim yang diucapkan.

Sebagai seorang negarawan, SBY berdoa agar hal itu dapat terselesaikan ketika para pemimpin dan elit dapat saling bersilahturahmi, bertemu dengan bangsa dan negara.

"Doa dan harapan semoga Pemilu 2019 ini segera berakhir dengan baik, damai, dan indah, agar bangsa dan negara kita segera melangkah ke depan untuk membangun hari esok yang lebih baik" tambah SBY.

***

Sebagai sebuah ucapan selamat yang tentu saja meneduhkan, tak dapat dipungkiri juga bahwa ada makna lain yang berada di balik pernyataan yang dapat disebut pernyataan politik.

Harus diakui bahwa ucapan selamat SBY ini ada di antara mengejutkan dan tidak mengejutkan bagi publik. Dari pihak Demokrat, selama ini, SBY tidak terlalu nampak terlibat aktif dalam kontestasi Pilpres paska pemungutan suara. 

Salah satu yang diingat hanyalah ketika SBY meminta anggotanya untuk tidak melakukan tindakan inkonstitusional di tengah klaim kemenangan kubu 02, kubu dimana Demokrat bersekutu.

Akan tetapi, jarangnya SBY berkomentar tidak berarti bahwa Demokrat diam, adem ayem saja. Melalui beberapa "anak buahnya", seperti Andi Arief, Ferdinand Hutahean dan Jansen Sitindaon, Demokrat lumayan membuat gaduh. Mulai dari skandal "Setan Gundul" dan pernyataan tidak mau mendukung Prabowo lagi. Sikap yang sudah membuat jarak antara Demokrat dan koalisi Prabowo sedikit menjauh.

Hanya Sekjen Demokrat, Hinca Pandjaitan, yang terus ditempatkan untuk menjaga etika dan loyalitas Demokrat terhadap komitmen politik mereka terhadap koalisi Prabowo, dan terlihat tetap solid.

Selain riuh kegaduhan tersebut, manuver AHY adalah hal yang paling menarik untuk diamati. Mulai dari diundangnya Ketua Kogasma Demokrat sekaligus putra sulung SBY itu ke Istana yang meskipun dianggap hanya penghormatan dari rakyat untuk undangan Presiden, namun sudah merupakan sinyal kuat bahwa Demokrat memang telah berani mengambil langkah signifikan untuk berbeda haluan dengan kubu 02.

AHY juga hadir di silahturahmi Bogor, acara dimana hadir para pemimpin muda Indonesia yang notabene diisi oleh mayoritas pemimpin daerah yang pro Jokowi, meskipun beberapa diantaranya diusung oleh partai pendukung Prabowo.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa itu hanyalah pertemuan biasa, AHY hadir dalam kapasitas mewakili pribadi, namun banyak juga yang mengatakan tidak mungin tanpa restu SBY, AHY mampu melakukan semua manuver tingkat tinggi dan berisiko ini.

Artinya, SBY jelas mempunyai maksud politik di dalam ucapan selamat terhadap Jokowi. Kalimat siap mendukung penuh Jokowi, dapat dianggap sebagai kesediaan terlibat dalam pemerintahan. Entah hanya sebagai "konsultan" yang menonton dan mendukung dari belakang atau melakukan seperti yang diprediksi selama ini, terlibat di dalam kekuasaan, seperti mendorong salah satu kader Dmeokrat menjadi seorang menteri. AHY tentu adalah kandidat kuatnya.

Terakhir, meski masih ada tahap gugatan dari Prabowo di MK. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap hak berdemokrasi kubu 02, ucapan dari SBY dapat berarti kontestasi sudah berakhir. Gugatan hanyalah sebuah hal formal yang menjadi hak untuk dilakukan oleh kubu Prabowo.

Namun ucapan demi ucapan dari para petiggi negara lain, politisi ataupun negarawan seperti SBY sudah menegaskan bahwa babak baru sudah harus dimulai. Babak baru bagi pemerintahan baru yang akan dilantik pada Oktober nanti.