Arnold Adoe
Arnold Adoe Insinyur

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara Pilihan

2 Alasan Amien Rais Biang Gagalnya "People Power"

15 Mei 2019   20:54 Diperbarui: 15 Mei 2019   20:59 244 3 1
2 Alasan Amien Rais Biang Gagalnya "People Power"
Amien Rais I Gambar : Tribun

"Jadi kalau menurut saya, ini pendapat pribadi ya, sebagai aktivis, people power itu tidak akan terjadi karena sudah batal di awal, diomongin Amien Rais. Kalau kami di aktivis dulu kalau ada orang ngomong di depan ini pasti orang ini intel, gitu lo, menginformasikan ke orang," kata Desmond Mahesa kepada wartawan, Rabu (15/5/2019).

Siapa yang tidak kenal Desmond Mahesa? Politisi Gerindra ini namanya mulai dikenal publik sejak menjadi salah satu korban penculikan aktivis pro demokrasi di tahun 1997/1998. Saat itu dirinya tercatat sebagai salah satu aktivis dan mahasiswa yang berjuang menegakkan keadilan dan demokrasi di masa pemerintahan Orde Baru yang dipimpin Soeharto.

Desmond juga terlibat sebagai salah satu anggota HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia) yang gencar dengan gerakan menggulingkan pemerintah yang berkuasa di bawah Soeharto dalam gerakan informasi.

Latar belakang ini yang membuat Desmond merasa pantas untuk berbicara tentang "kegagalan" people power. Menarik karena anggota Komisi III DPR RI ini, mengatakan bahwa kegagalan people power disebabkan karena Amien Rais. Ini dua hal yang menjadi alasannya.

Pertama, Desmond mengatakan kegagalan people power disebabkan karena Amien Rais sudah terlalu "cerewet" menjelaskan tentang people power, sebelum gerakan itu dipersiapkan secara matang.

Desmond lantas menjelaskan bahwa di jamannya, people power, itu dilakukan tanpa harus memberi tahu kepada publik terlebih dahulu, bahkan Desmond mengatakan di jamannya itu, yang terlalu banyak koar-koar tentang people power dicurigai sebagai intel adau pemberi informasi.

Kedua, Desmond juga mengatakan bahwa people power gagal karena Amien Rais sendiri tidak mampu mengajak partainya PAN untuk menjadi pionir dari gerakan ini.

"Kita akan tonton, kalau Amien Rais bicara tentang people power, masalah kedaulatan rakyat, dan macam-macam, kita lihat Amien Rais bisa memerintah partainya nggak untuk mengajak turun? Kalau Amien Rais bisa mengajak partai yang dia dirikan itu, 'gua ikutan, gua bagian dari ikutan'. Kalau nggak, ini kan lelucon yang nggak lucu. Lelucon yang nggak lucu. Ya masa dia ngajak Gerindra, gitu kan?" tambah Desmond.

Desmond mungkin bermaksud bahwa tidak mungkin people power bisa berjalan jikalau BPN saja tidak kompak, dengan para petinggi partai tidak mampu mendorong partainya untuk terlibat secara aktif. Benar, PAN hampir tidak tampak sama sekali, jikalau sudah berkaitan dengan people power atau ajakan menjurus makar, Amien sendirian saja.

Apa yang dapat lihat dari situasi ini? People Power mungkin sudah mencapai sebuah niatan, tetapi dengan strategi yang salah dan kemampuan yang terbatas. Akibatnya, energi seperti habis percuma, tujuan tidak tercapai, akhirnya yang muncul adalah keluhan untuk saling menyalahkan satu sama lain di dalam kelompok.

Amien bisa saja seperti Desmond katakan adalah biang dari kegagalan people power tetapi harus diakui Amien masih memiliki semangat.  Sayangnya, Amien tidak mampu melihat bahwa situasi sekarang sudah amat berbeda dari jaman reformasi dulu. Berusaha untuk menjadi pionir dari people power, Amien sekarang terancam diciduk seperti Eggy Sudjana. Amien "ketakutan" dan merubah frasa people power menjadi kedaulatan rakyat.

Lalu Desmond? Ah, suara Desmond hanya angin lalu kritik lepas saja. Desmond tetap akan mendukung Gerindra, lagian Desmond dipastikan telah lolos lagi ke DPR RI, setelah meraup 103.837 suara dari dapil Banten II meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.

Amien? Mungkin saatnya bagi Amien untuk  berpikir untuk rehat sejenak dari dunia politik.