Arnold Adoe
Arnold Adoe Insinyur

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Tolong Tim Data BPN, Jangan Buat Malu Prabowo

15 Mei 2019   18:11 Diperbarui: 15 Mei 2019   18:15 389 3 1
Tolong Tim Data BPN, Jangan Buat Malu Prabowo
Prabowo Simposium I Gambar : Tribun

Andi Arief bilang ada sesuatu yang sesat soal angka 62 persen, gaduhlah BPN. Demokrat mengatakan angka kemenangan tidak mungkin sebesar itu, BPN berontak, tim data mereka mengatakan data itu valid, tidak mungkin Prabowo mengatakan sesuatu yang tidak valid. Baiklah.

Kemarin, dalam pertemuan yang katanya bernuansa kajian ilmiah bertajuk simposium "'Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019'", angka klaim kemenangan tersebut  bukan 62 persen lagi, tetapi berubah menjadi 54,24%.

Ketika ditanya mengapa angka itu berubah, tim BPN berkilah lagi, hasil ini baru berasal dari 54,91 persen suara,  jika 100 persen maka akan mencapai 62 persen. Pertanyaannya mengapa jika belum mencapai 100 persen, tetapi angka suara tidak sah sudah disampaikan mencapai 1,62 persen. Aneh.

Publik tentu tidak habis pikir, ada apa dengan tim data BPN? Ketika BPN menuduh kepada semua lembaga survei yang melakukan hasil quick count dengan mengatakan sebagai  "sihir sains" dan jamak menyuarakan ketidak percayaan kepada situng KPU, tentu publik menunggu pemaparan data yang bombastis, ternyata sama sekali tidak.

Tim data BPN seperti tidak mempunyai taji untuk membantu kefasihan para jubir yang mengatakan bahwa Prabowo telah menang. Bahkan dapat dikatakan tim data BPN sebenarnya tidak membantu Prabowo agar terlihat elegan ketika memaparkan data. Jika ini terus berlangsung, Prabowo tentu akan malu besar nantinya.

Kita terus melihat kejanggalan-kejanggalan pemaparan data yang terstruktur, sistimatik dan masif. Masif dalam arti kejanggalan itu terus dipertotonkan, selain Demokrat tidak ada satupun yang mau mengoreksi hal itu.

Ketika memaparkan angka klaim kemenangan 62 persen melalui real count, angka exit pool sangat jauh berselisih dengan real count. Bagaimana mungkin marjin yangterjadi sangat besar, apakah itu berarti data tersebut memang berasal dari "setan gundul"?

Baiklah jika itu data yang benar, yang katanya sudah direkap sebanyak 40 persen di sore 17 April, lalu mengapa di Selasa 14 Mei, angka itu baru bergerak ke 54 persen sekian. Alasan-alasan verifikasi data terasa dibuat-buat bahkan semakin menjelaskan pada publik, ada proses pengolahan data yang salah di dalam BPN jika tidak mau dikatakan abal-abal.

Terakhir cerita tentang pegumpulan data itu semakin menggelikan. Data diterima menggunakan WA dan SMS, lalu ada pemblokiran atau usaha untuk memperlambat dari sebuah sistim di Amerika. Ya, ampun sampai kapan halusinasi terjadi. Halu terjadi ketika tidak sanggup menjelaskan sesuatu dengna data yang kuat.

Sekali lagi, siapa yang malu? Prabowo, kasihan Prabowo. Melihat kekuatan tim data BPN seperti ini, rasanya jika nanti jadi ke Mahkamah Konstitusi, maka hanya akan sia-sia belaka. Tolonglah tim data, jangan lagi buat malu Prabowo.