Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Lainnya - Tukang Kayu Setengah Hati

Menikmati Bola, Politik dan Sesekali Wisata

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih Pilihan

Andi Arief Ditentang Max Sopacua, Ada Skenario Apa?

11 Mei 2019   21:33 Diperbarui: 11 Mei 2019   21:44 1339
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kemarin saya menyaksikan sebuah dialog di salah satu stasiun televisi yang menghadirkan anggota Majelis Tinggi  Partai Demokrat, Max Sopacua.

Max dihadirkan untuk menjelaskan pendapat Demokrat tentang polemik yang terjadi yang membuat Demokrat meradang. Mulai dari soal 62 persen, "setan gundul, dan pernyataan Kivlan Zen yang mengatakan bahwa SBY itu "licik".

Menariknya, Max terkesan tidak mau balik menyerang Kivlan Zen. Max malah lebih memilih untuk menyalahkan Andi Arief sebagai biang kerok dari segala permasalahan ini.

"Yang saya sesalkan dan saya prihatin, kenapa Demokrat bukan partai-partai lain. Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Pak idayat Nur Wahid, kalau ada masalah kita selesaikan di dalam dahulu baru kita lemparkan ke luar" kata Max.

"Saya sama sekali tidak setuju dengan Andi Arief dengan cara seperti itu" tambah Max Sopacua.

Max lantas menjelaskan tentang filosofi partai yang dibangun sejak 2001 tersebut yaitu Million Friend Zero Enemy, gara-gara Andi, Demokrat menjadi Million Enemy Zero Friend.

"Lebih baik kita periksa dulu segala-galanya sebelum kita sampaikan ke luar" tambah Max Sopacua.

Pernyataan Max ini tentu bertolak belakang dengan pernyataan beberapa elit demokrat yang terlihat mendukung Andi Arief.  Sebut saja Ferdinand Hutahaean  dan Jansen Sitandaon yang seperti bergerak bersama Andi Arief untuk terus menggasak dengna isu "Setan gundul" dan 62 persen.

Lebih lanjut, ketika ditanya tentang pernyataan Waketum Gerindra, Arief Puyuono yang meminta agar Demokrat didepak dan menyebut serangga undur-undur untuk  menggambarkan sikap Demokrat, Max malah melihat hal itu sebagai sebuah kewajaran.

"Itu sebuah keniscayaan dari koalisi, kenapa? Partai Gerindra adalah pemimpin koalisi disana, jika dia merasa tidak  happy dengan hal-hal yang terjadi dari Partai Demokrat wajar-wajar saja dia mengeluarkan statement seperti itu. Namun tidak segampang itu Demokrat didepak dari sana, karena kita mempunyai komitmen politik" kata Max.

Di akhir wawancara, Max Sopacua menegaskan bahwa posisi strategis bagi Demokrat adalah tetap menjaga kebersamaan hingga akhir perjuangan koalisi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun