Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Anak Teknik Sipil yang Jadi Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Politik

Luar Biasa, Jokowi Menjadi Presiden Terpopuler di Dunia

25 April 2019   16:45 Diperbarui: 25 April 2019   17:04 0 7 2 Mohon Tunggu...
Luar Biasa, Jokowi Menjadi Presiden Terpopuler di Dunia
Presiden Jokowi Terpopuler di Dunia I Gambar :GZeroMedia

Kisruh dan perkembangan politik pasca pemilu di Indonesia diakui membuat masyarakat mungkin melupakan bahwa Presiden Jokowi yang kembali mencalonkan dirinya, didaulat sebagai Presiden Terpopuler di Dunia oleh media Gzero Media.

Dalam rilis resminya dalam tajuk Graphic Truth : Indonesia Mr. Popular Jokowi berada di posisi tertinggi dengan meraup 71 suara sekaligus mengalahkan ketenaran Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Presiden Rusia Vladimir Putin menguntit dengan perolehan 64 persen, disusul Perdana Menteri India Narendra Modi dengan perolehan 63 persen.

Selanjutnya, di peringkat ke empat ada Konselor Jerman Angela Merkel dengan perolehan 53 persen,  pemimpin kontroversial asal Amerika Serikat, Donald Trump berada di peringkat kelima dengan peroleh 42 persen.

"Lima tahun menjabat sebagai presiden, peringkat penerimaan Presiden Indonesia Joko Widodo berada pada 71 persen. Ini menjadikannnya salah satu pemimpin terpilih paling populer di dunia," begitu catatan singkat dari Gzero Media.

GZero, media yang  berbasis informasi Eurasia, yakni gabungan dari Eropa dan Asia itu lebih lanjut menuliskan bahwa prestasi Jokowi ini lebih mengesankan mengingat bahwa dia berada di akhir masa jabatannya.

Biasanya bagi pemimpin dunia, "efek bulan madu" politik atau popularitasnya  biasanya hilang di periode ini, namun dengan cara Jokowi, sebagaimana ia dikenal, Jokowi terus dikenal.

Tidak banyak yang diceritakan tentang Gzeromedia, namun dalam profilnya, pendiri sekaligus presiden media ini adalah Ian Bremmer. Bremmer sendiri dikenal sebagai pengamat politik Amerika Serikat yang mendalami kebijakan luar negeri AS, negara-negara yang mengalami transisi, dan resiko politik global.

Bremmer juga  menuliskan beberapa buku, termasuk The J Curve, Every Nation for Itself, dan Us vs. Them: The Failure of Globalism.  Pada tahun 2013, ia diangkat sebagai guru besar Universitas New York dan pada Desember 2014, ia menjabat sebagai kolumnis berita luar negeri dan redaktur utama Time.

Buku The J Curve sendiri pernah diterbitkan oleh Gramedia dengan sebuah sub judul "Strategi Memahami  Mengapa Bangsa-bangsa Berjaya dan Jatuh".

Dalam buku Every Nation for Itself sendiri Bremmer menjelaskan apa itu  konsep G Zero yang dipakai sebagai nama medianya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2