Arnold Adoe
Arnold Adoe Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Nomor Punggung 34 untuk Nouri

12 Januari 2019   16:18 Diperbarui: 12 Januari 2019   18:08 771 3 2
Nomor Punggung 34 untuk Nouri
Nomor Punggung 34 Untuk Nouri I Gambar : Scoopnest

"Dalam hal keutamaan dan tanggung jawab, saya belajar dan berhutang budi pada sepakbola" Sindhunata

19 Agutus 2018. Justin Kluivert meliuk-liuk membawa bola melewati hadangan tiga pemain Torino, dia menyisir lapangan dan melakukan crossing kepada Edin Dzeko.  Detik-detik di menit ke-89 terasa berjalan pelan bagi pendukung Roma,  bola disambut  Dzeko dengan tendangan voli dan membobol gawang Torino. Romanisti bergirang dan Roma akhirnya menang.

Orang yang paling bahagia adalah Justin Kluivert. Pertandingan itu adalah debutnya bersama AS Roma. Klub pertamanya di tanah Italia, mencoba mengekor ayahnya, Patrick Kluivert yang pernah bermain di Ac Milan. Debut manis berbuah satu assist  untuk kemenangan AS Roma.

Romanisti dibuat berdecak kagum oleh penampilan perdana Kluivert. Anak muda berusia 19 tahun itu memilki kecepatan dan gocekan yang mumpuni. Rasanya pantas, jika nomor punggung 7 dan 11 disematkan padanya, bukan nomor 34 yang dipilihnya.

Akan tetapi, tidak banyak  yang mengetahui, jika diberikan nomor keramat 10 milik Fransesco Totti pun, Kluivert pasti akan menolaknya.

"Mengapa 34? Ini nomor milik Appie" tulis Kluivert melalui Instagram. "Doa dan nomor punggung saya untukmu, sahabat yang telah mengajarkan saya banyak hal"

Siapa Appie? Appie adalah nama panggilan dari Abdelhak Nouri, gelandang muda Ajax Amsterdam yang mengalami musibah pada 8 Juli 2017. 

Dalam sebuah pertandingan persahabatan melawan Werder Bremen, di menit ke-71, tiba-tiba Appie terjatuh.  

Tim medis segera diterjunkan ke tengah lapangan melihat kondisi Nouri yang ternyata mengalami serangan jantung.  Striker veteran Ajax, Klass Jan Huntelaar bahkan memberi isyarat agar Nouri segera ditangani.

Melihat kondisi yang semakin memburuk,  Nouri  kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi yang tidak sadarkan diri. Tidak lama setelah dirawat, Ajax mengumumkan bahwa pemain yang berposisi gelandang tersebut mengalami kerusakan otak permanen dengan peluang pemulihan nol.

Rupanya, serangan jantung yang dialami Nouri saat bertanding telah membuat pasokan oksigen ke otak tersendat. Ini mengakibatkan kerusakan yang sangat parah

"Ajax sangat sedih sekali mendengar kabar Appie Nouri telah didiagnosis mengalami kerusakan serius dan permanen di bagian otak," tulis Ajax lewat Twitter resminya saat itu.

Fans, pengurus klub, kerabat itu terus memberikan dukungan merasakan kemalangan yang dialami Nouri. Salah satunya melalui pernyataan Edwin Van De Sar, direktur Ajax Amsterdam.

"Ini mengerikan dan kita bersama-sama dengan orang yang dicintainya karena penderitaan mereka tidak bisa dilukiskan," kata Van der Sar.

Abdekahdl Nouri, gelandang Ajax I Gambar : Sportbible
Abdekahdl Nouri, gelandang Ajax I Gambar : Sportbible
Nouri koma selama setahun. Pada Agustus 2018, Setelah terbaring selama setahun lebih, Nouri akhirnya sudah bisa memberi respons. Meski belum sempurna, ia sudah mampu menjawab komunikasi orang di sekitarnya dengan bahasa isyarat.

Justin Kluivert termasuk orang yang setia menunggu perkembangan Nouri. Keduanya memang bersahabat. Persahabatan yang dimulai saat keduanya sama-sama berjuang di tim akademi Ajax.

Kluivert menyadari bahwa dia tidak bisa banyak membantu Nouri, Kluivert hanya bisa mendedikasikan pencapaiannya di sepak bola untuk sahabatnya itu.

Bukan hanya nomor punggung, sesaat setelah Kluivert mencetak gol bagi AS Roma di ajang Liga Champions- sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah AS Roma di ajang tersebut, dia langsung membentangkan jersey Roma dengan nomor punggung 34 dan bertuliskan Nouri di atasnya.

"I made a special dedication for my goal to my former teammate Appie."twit Kluivert, mengenai momen istimewa tersebut.

Justin Kluivert dan Sahabatnya I Gambar : Sumber
Justin Kluivert dan Sahabatnya I Gambar : Sumber
Apa yang dilakukan Kluivert, menjadi bukti bahwa sepak bola kembali mengajarkan bahwa di tengah iklimnya yang kompetitif, masih ada pesan kemanusiaan di sana. Kluivert membahasakan itu dengan caranya sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2