Arnold Adoe
Arnold Adoe Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Memahami Perkataan Klopp tentang UEFA Nations League

12 Oktober 2018   15:45 Diperbarui: 13 Oktober 2018   02:55 1822 5 2
Memahami Perkataan Klopp tentang UEFA Nations League
Jurgen Klopp geram pada UEFA Nation League I Gambar: The National

"Menurut saya, UEFA Nations League merupakan kompetisi paling tidak masuk akal di dunia sepakbola saat ini." ujar pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

Belum lama Badan Sepak Bola Uni Eropa (UEFA) meluncurkan kompetisi baru bertajuk UEFA Nations League (UNL). Kompetisi ini mempunyai tujuan sebenarnya sederhana, yakni membuat laga uji coba internasional yang selama ini dianggap membosankan menjadi lebih kompetitif.

Bagaimana sistimnya? UEFA Nations League dibagi menjadi empat liga, yakni liga A, B, C dan liga D yang diisi berdasarkan peringkat koefisien negara yang ditentukan UEFA dan dibagi secara merata atau dapat berarti Liga A- D disusun berdasarkan level. Level tertinggi adalah Liga A dan seterusnya.

Liga A sendiri terdiri dari empat grup. Grup A1 akan diisi oleh Jerman, Prancis, Belanda. Grup A2 akan diisi oleh Belgia, Swiss, Islandia. Grup A3 akan diisi oleh Portugal, Italia, Polandia dan Grup A4 akan diisi oleh Spanyol, Inggris, Kroasia. Sedangkan sebagai pembanding, Liga D diisi oleh negara-negara seperti Georgia, Latvia, Kazakhstan, dan Andorra.

UEFA Nations League, menadi sorotan I Gambar : Tribun
UEFA Nations League, menadi sorotan I Gambar : Tribun
Apakah ada yang akan didapatkan? UEFA sendiri berharap persaingan di UNL ini akan berlangsung ketat karena memang ada yang akan diberikan sebagai apresiasi setelah persaingan ini.

Selain tim-tim terbaik bisa memanfaatkan UNL untuk menguji kekuatan mereka dengan lebih serius, dari UNL juga bisa didapatkan komposisi pot undian untuk kualifikasi Euro mendatang. Lebih lengkap dapat dibaca di sini.

Dampak dari kompetisi ini adalah pertandingan uji coba tingkat negara di Eropa memang menjadi lebih kompetitif. Inilah yang sebenarnya menjadi sorotan berbuah komentar pedas dari Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

"Kini para pemain saya harus pergi untuk bermain di kompetisi Nations League, yang jelas tidak berguna. Mereka (UEFA) harus mulai memikirkan kondisi para pemain, jadwal seperti ini jelas tidak menguntungkan bagi siapa pun." kata Klopp.

Dari sini kita bisa melihat titik dari keluhan Klopp yaitu tentang kondisi kebugaran dari para pemain. Pelatih klub seperti Klopp pasti akan merasa was-was setiap mengutus pemainnya yang bertanding di UNL. Klopp sendiri minggu ini harus rela melepas cukup banyak pemain.

Terhitung ada total delapan pemain Liverpool yang akan berlaga di UEFA Nations League selama pekan ini. Mereka adalah Simon Mignolet (Belgia), Henderson, Alexander-Arnold, Gomez (Inggris), Virgil van Dijk dan Georginio Wijnaldum (Belanda), Andrew Robertson (Skotlandia), dan Dejan Lovren (Kroasia).

Klopp pantas kuatir karena nama-nama seperti Henderson, Alexander Arnold, Gomez, Virgil Van Dijk dan Wijnaldum adalah pilar dari tim utama Liverpool. Klopp pasti akan geram jika mendengar ada pemainnya yang cedera seusai pertandingan di UNL.

Apa yang sebenarnya diharapkan oleh Klopp? Saya mengira Klopp hanya ingin agar laga UNL dapat dikurangi atau tidak terlalu banyak. Meski di sisi lain, ada yang sedikit yang mengganjal karena sebenarnya UNL hanya mengambil jadwal pertandingan persahabatan internasional pada bulan September, Oktober, dan November untuk babak grup, dan bulan Juni untuk babak knock out. Sesuatu yang sebenarnya lumrah.

Dalam kata lain, UEFA Nations League hanya menggantikan pertandingan persahabatan tersebut menjadi pertandingan dalam suatu kompetisi. Mau ada atau tidaknya UNL, para pemain tetap akan bermain bersama timnas pada saat friendly match day.

Namun memang akan menjadi berbeda ketika level pertandingan ditingkatkan karena tim seperti Inggris atau Jerman tidak akan lagi bertanding melawan negara seperti San Marino atau Luxemburg yang lebih santai tetapi harus berhadapan dengan tim-tim seperti Perancis atau Belanda. Laga menjadi keras dan ketat dan tentunya berbahaya bagi para pemain.

Senada dengan Klopp, pelatih Kroasia, Zlatjko Dalic juga mengatakan kekuatirannya . "(UEFA Nations League) Bukan ide yang jelek, bukan kompetisi yang jelek. Namun saya rasa mereka tak berpikir bahwa ini dimainkan tak lama setelah Piala Dunia, ketika para pemain kelelahan dan tak punya waktu cukup untuk beristirahat," kata Dalic.

Dalic merasa UNL membuat pemain tetap berada di level permainan yang tinggi dapat "membunuh" pemain. Dalic mungkin menyorot bagaimana Luka Modric yang hanya memiliki libur selama dua minggu, lantas membela klub, bermain di Liga Champions dan setelah itu harus berlaga di kompetisi UNL. Sesuatu yang juga harus dilakoni seorang Jordan Henderson di Liverpool.

Dalic bahkan menyimpulkan bahwa kompetisi yang baru digulirkan tersebut tak menganggap pesepakbola sebagai seorang manusia. "Mereka bukan robot, mereka butuh setidaknya liburan selama satu bulan. Dan semua pemain yang telat kembali ke klubnya merasakan kelelahan luar biasa dan tak bisa mempersiapkan musim dengan baik," tambah Dalic.

****
Klopp dan Dalic memang ada benarnya. Bermain serius di level timnas tentu saja membuka potensi bagi para pemain untuk mengalami cedera yang bisa mengganggu performa klub mereka di kompetisi liga. Bahkan, kelelahan berbuah cedera akan mendera para pemain setelah membela negaranya masing-masing. Pesepakbola juga manusia.

Samapi di titik ini, saya melihat UEFA sepertinya memiliki sudut pandang yang terbatas ketika meningkatkan level kompetisi dengan melupakan keterbatasan fisik para pesepakbola.

Sebuah hal yang wajar di era modern sepak bola sebagai dampak dari roda sepak bola yang mau tidak mau harus mengejar ambisi untuk memiliki keuntungan dari sisi komersial. Bukanlah sebuah rahasia, bahwa memainkan pertandingan besar dalam tajuk big match selalu dapat mendatangkan pemasukan besar dari jumlah penonton dan iklan bagi UEFA.

Kita tunggu sejauh mana protes Klopp dan Dalic ini akan mempengaruhi keputusan UEFA. Menghapus kompetisi sudah sangat terlambat, tetapi mengatur kembali jadwal sepertinya masih cukup memungkinkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2