Arnold Adoe
Arnold Adoe Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Ada Apa dengan Bayern?

9 Oktober 2018   13:14 Diperbarui: 10 Oktober 2018   01:22 3053 4 0
Ada Apa dengan Bayern?
Bayern sedang menurun di Bundesliga I Gambar : Player.hu

Pelatih Bayern, Niko Kovac pasti sedang gusar. Tim asuhannya tak kunjung mendapat hasil bagus dalam empat pertandingan terakhir. Sejak mampu mengalahkan Schalke 2-0, Bayern ditahan Augsburg 1-1, ditekuk Hertha Berlin 0-2, diimbangi Ajax 1-1, sebelum dipermalukan Gladbach di Allianz Stadium, 0-3.

Ruang ganti Bayern lantas memanas. Salah satu pilar utama, James Rodriguez mengamuk di ruang ganti sembari mengatakan. "Kita bukanlah Frankfurt," menyindir Kovac yang sebelumnya membesut Eintracht Frankfurt sebelum menangani Bayern.

Bukan hanya James, pemain senior seperti Arjen Robben dan Thomas Mueller dikabarkan ikut gerah. Meskipun hasil ini belum menentukan akhir perjalanan Bayern di musim ini, tetapi berada di posisi enam klasemen sementara bukan menunjukan Bayern sepenuhnya. Ada sesuatu yang salah.

Robben cs paling tidak menyorototi tiga hal yang harus diperbaiki Bayern jika tidak mau terus mengalami penurunan performa. Pertama, Kovac terlalu sering melakukan rotasi pemain, yang menurut pemain tanpa tujuan yang jelas.

James sendiri dikabarkan kecewa karena dalam tujuh pertandingan Bundesliga, dia hanya dimainkan Kovac sebagai starter sebanyak tiga kali, jauh dari yang diinginkannya. Padahal menurut James dia selalu mampu menunjukan performa yang terbaik di setiap laganya.

Kovac mungkin bermaksud baik agar setiap pemain memiliki kondisi fisik yang fit di setiap laganya, namun persoalannya adalah ketika merotasi pemain, pemain masih perlu adaptasi terhadap laga yang dimainkan sehingga kurang klop dengan permainan tim.

Kedua, Kovac dinilai terlalu berorientasi bertahan daripada memakai strategi menyerang. Berbeda dengan pelatih sebelumnya, Pep Guardiola dan Jupp Heynckes, Kovac memang membuat Bayern tampil tak terlalu agresif, tetapi lebih seimbang.

Persoalannya pemain menjadi lebih berhati-hati ketika membantu serangan. Gerak eksplosif dari dua bek sayap Kimmich dan Alaba yang berbahaya musim lalu, musim ini tak terlalu terlihat lagi.

Sebenarnya, Kovac bermaksud baik agar Bayern jangan sampai melupakan pertahanan, tetapi jika melawan klub yang lebih lemah Bayern melakukan pendekatan yang sama maka Bayern akan sulit mendapatkan poin penuh. Itulah yang sekarang terjadi.

Niko Kovac, perlu berpikir keras I Gambar : TimeLive
Niko Kovac, perlu berpikir keras I Gambar : TimeLive
Ketiga, Kovac dianggap memiliki kendala berbahasa. Kovac yang orang Kroasia,ternyata memiliki kemampuan berbahasa Jerman yang lemah. Padahal, seperti yang diketahui, Die Roten memiliki pilar-pilar yang berbahasa Jerman. Akibatnya, pemain kesulitan memahami maksud Kovac apalagi ketika Kovac memberi instruksi dari pinggir lapangan.

Meskipun sepele, namun jika alasan ini sampai dikemukakan ke publik, maka hal ini dapat berarti, pola komunikasi Kovac harus segera dirubah.

Pihak manajemen bereaksi, dan lekas mengambil posisi dalam situasi seperti ini. Presiden Bayern, Uli Hoenes terus memberi dukungan kepada Kovac yang diikat kontrak hingga 2021. "Saya akan membela Kovac habis-habisan. Kami tetap tenang," ujar Hoeness.

Keputusan Hoennes ada baiknya. memberi dukungan pada pelatih Kroasia berusia 46 tahun ini menjadi jalan yang terbaik. Ada dua alasan yang dapat dipahami.

Pertama, Hoennes menyadari bahwa Kovac membutuhkan waktu beradaptasi terhadap tim. Menangani Bayern bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, untuk menunjuk Kovac, Bayern sempat meminta saran pelatih legendaris mereka Juup Heynckes yagn menukangi tim musimlalu dan Heynckes yang mengatakan bahwa Kovac adalah pilihan terbaik bagi Bayern.

"Saya percaya Bayern telah membuat keputusan bagus untuk membawanya. Dia bekerja dengan banyak tipe pemain berbeda dengan berbagai kewarganegaraan di Frankfurt, dan dia melakukan pekerjaan luar biasa. Ia ditakdirkan untuk melatih Bayern. Dia adalah pilihan yang tepat. Saya pikir, ini akan berhasil," kata Heynckes saat Bayern mengumumkan Kovac sebagai pelatih baru.

Kovac hanya membutuhkan waktu, bukan saja waktu untuk membuat Bayern bermain sesuai keinginannya tetapi juga membuat pemain mengerti kemauannnya di dalam dan di luar lapangan. Hoennes berusaha menjaga agar transisi itu dapat berjalan baik.

Kedua, Hoennes menyadari bahwa jika memecat Kovac terlalu dini, maka Bayern tak memiliki banyak pilihan sebagai pengganti. Siapa yang dapat lebih baik dari Kovac? Sebuah jawaban yang memang sulit. Kovac dipilih juga karena ada ikatan emosional karena pernah bermain di Bayern. Minimal Kovac mengetahui filosofi yang dimiliki Bayern.

Kekuatan dan paradigma itulah yang berusaha dipertahankan oleh Hoennes. Bahkan Hoennes dan jajaran pimpinan bermimpi bahwa Kovac akan memiliki karir yang panjang dengan berbagai kesuksesan yang dapat diraih di masa depan. Kovac adalah pelatih sekarang dan masa depan Bayern, begitu kira-kira.

***

Saya malah melihat sisi lain yang semestinya menjadi perhatian, yaitu soal ambisi. Pemain seperti Robben, Ribery dan bahkan Lewandowski harus dijaga agar tetap haus dan lapar gelar juara. Jika tidak, Kovac akan melatih para pemain yang dapat dikatakan bermain bola untuk mengisi waktu sebelum pensiun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2