Arnold Adoe
Arnold Adoe Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... #FB : Arnold Adoe # Insta : Arnold_Adoe # Twitter : Arnold Adoe

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

105 Poin, Mampukah Pep?

4 Maret 2018   16:17 Diperbarui: 4 Maret 2018   16:27 697 2 0
105 Poin, Mampukah Pep?
105 poin, tantangan baru buat Pep I Sumber Illustrasi : Skysports

Apa asyiknya menyaksikan laga diantara dua klub yang satunya hampir pasti meraih gelar juara dan satunya dilatih oleh pelatih yang sedang terlihat putus asa?. Laga dimaksud adalah laga antara Manchester City melawan Chelsea yang akan dilangsungkan di Etihad Stadium, malam ini pukul 22.00 WIB.

Dari 10 laga tersisa, City hanya perlu meraih lima kemenangan untuk memastikan gelar juara Premier League. Melihat superioritas mereka bermain, hal itu amatlah mungkin dilakukan apalagi tim-tim elit lain terkesan tidak konsisten dalam bermain.

Di lain pihak, Antonio Conte, akhir-akhir ini lebih  sibuk menyindir manajemen yang pada bursa transfer kemarin terlihat tak "serius" dengan membelanjakan pemain yang sebenarnya tak diinginkannya. Bahkan, Conte mengatakan dengan terus terang bahwa City berhasil karena kebijakan transfer yang tepat dan tak pelit.

Lalu stimulan apa yang bisa membuat laga ini masih menarik untuk disaksikan? Paling tidak ada 2 hal menarik yang dapat kita kedepankan, dan kita cermati sebelum pertandingan yang bakal seru ini.

Rekor diantara Pep dan Conte I Sumber Illustrasi : Bola
Rekor diantara Pep dan Conte I Sumber Illustrasi : Bola
Pertama, soal saling mengalahkan antara Pep Guardiola dan Antonio Conte. Meski, The Blues Conte tertinggal jauh di klasemen English Premier League (EPL) dari City Guardiola, tetapi ada hal lain  yang masih membuat Conte pantas lebih unggul dari Guardiola . Conte adalah satu-satunya pelatih yang mampu mengalahkan Guardiola dua kali dalam semusim, dan Guardiola belum mampu membalasnya.

Prestasi ini patut dibanggakan, karena dalam karir kepelatihan Pep Guardiola di Barcelona maupun Bayern, Guardiola belum pernah disakiti secara paripurna seperti itu. 

Apa yang membuat Guardiola sulit menaklukan tim Conte?. Jelas, selain faktor Matic dan juga Diego Costa yang musim lalu membuat skuat Chelsea lebih solid, taktik Conte juga bekerja lebih baik dari taktik Pep di musim perdana mereka di EPL.

Dalam wawancara terakhirnya dengan Sky Sports,Pep kembali mengungkapkan hal itu. "Conte memperkenalkan bagaimana caranya menyerang dengan lima orang di belakang, sebuah sistem berbeda. Banyak tim, termasuk Arsenal, harus bekerja keras menirunya,tetapi tetap gagal" ujar Guardiola.

4-3-3 dengan skema tiki-taka ala Guardiola musim lalu kerap kelabakan saat berhadapan dengan sistim 5 orang di belakang ini. Meski sebenarnya Conte memang bertahan dengan 5-4-1 ketika bertahan tetapi berubah cepat menjadi 3-4-3 ketika menyerang atau serangan balik.

Musim ini, peruntungan Conte sudah berubah. Bermain ketat di Stamford Bridge, 30 September lalu, skuat Conte yang tidak sekuat musim lalu harus menyerah 30 dari  The Citizens 0-1, lewat gol Kevin De Bruyne. Kemenangan pertama Guardiola atas Conte.

Para pengamat memperkirakan di Etihad Stadiummalam ini, Pep kembali dapat menggenapkan kemenangannya menjadi dua kali dalam semusim sekaligus melunasi dendamnya. Namun menurut saya, hal itu tidaklah akan semudah yang diperkirakan?. Mengapa?. Laga lanjutan leg ke-2 Liga Champions antara Chelsea melawan Barcelona secara tidak langsung akan mempengaruhi laga ini.

Fakta bahwa warisan tiki-taka Pep masih terasa di Barcelona apalagi ketika mereka bertindak sebagai tuan rumah sudah diakui banyak orang. 4-3-3 Barca masih sama berbahayanya, seberbahaya City musim ini. 

Artinya, jikalau City adalah duplikat Barcelona, maka Conte akan menjadikan laga ini sebagai simulasi atau ujian awal dan juga pengukur bagaimana mereka harus menyiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi Barcelona di leg kedua nanti. Apalagi di Stamford Bridge, mereka sudah berhasil menahan Barca.

Jika malam ini The Bluesberhasil menghentikan kedigdayaan City, maka kemungkinan besar Chelsea berpeluang mencuri hasil bagus di Camp Nou nanti. 

Namun ini juga tidak mudah bagi Chelsea karena, City juga memiliki misi yang sama. Guardiola adalah pelatih yang teliti akan setiap detil kelemahan timnya meski timnya telah meraih kemenangan. Setelah kemenangan melawan Arsenal, 3-0, kemarin, Pep masih menyoroti kelemahan timnya yang sering kehilangan konsentrasi di 10 menit terakhir babak pertama, dan 20 menit awal babak kedua.

"Kita terlalu muda kehilangan kontrol di periode itu. Jika kita melakukannya lagi, apalagi di Liga Champions, maka kita akan out dari kompetisi" ujar Guardiola.

Jika Pep masih serius untuk hal ini, maka jangan harap Chelsea akan mudah meraih 3 poin yang dapat membawa mereka bisa berkompetisi kembali ke posisi 4 besar, zona Liga Champions. Simpulannya, malam ini pertandingan akan berlangsung ketat dan menarik.

Pemegang rekor poin, Chelsea 2004/2005 I Sumber Illustrasi : ChelseaFC
Pemegang rekor poin, Chelsea 2004/2005 I Sumber Illustrasi : ChelseaFC
Kedua, soal target 105 poin. Jika City berhasil meraih kemenangan di 10 pertandingan sisa, maka secara overall City akan meraih 105 poin. Jika itu terjadi, maka City akan memecahkan rekor jumlah poin terbanyak yang pernah diraih sebuah tim EPL dalam semusim.

Siapa pemegang rekor tersebut?. Chelsea!. Pada musim 2004-2005, Chelsea yang waktu itu dilatih oleh Jose Mourinho berhasil menjadi kampiun dengan 95 poin, jauh unggul dari sang juara bertahan, Arsenal dengan selisih 12 poin. Kala itu, Chelsea yang dimotori John Terry, Didier Drogba dan Frank Lampard berhasil meraih 29 kali kemenangan, 8 seri dan hanya sekali kalah.

Sebenarnya bukan target rekor poin dalam semusim saja yang bisa diraih dan dibidik oleh pasukan Pep Guardiola, tetapi ada 1 rekor yang secara pribadi juga bersinggungan dengan Antonio Conte yakni rekor kemenangan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2