Mohon tunggu...
Arnold Mamesah
Arnold Mamesah Mohon Tunggu... Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomics - Intelconomix

Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomic - Intelconomix

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Momentum Emas Pembangunan Infrastruktur Jangan Sampai Terlewatkan

25 Desember 2016   01:56 Diperbarui: 25 Desember 2016   02:50 385 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Momentum Emas Pembangunan Infrastruktur Jangan Sampai Terlewatkan
Duo SaS : Sri Mulyani I. dan Sinthya R. - Sumber : www.iigf.co.id

Lintasan Infrasktruktur Demi Pertumbuhan

Kajian IMF dengan judul: "The Time Is Right for an Infrastructure Push" memberikan gambaran kesempatan emas (Goden Moment) dan alasan peran pembangunan infrastruktur demi mendorong pertumbuhan perekonomian.

Sering disebut bahwa Indonesia termasuk dalam 3(tiga) negara besar dengan pertumbuhan tinggi yang juga mencakup India dan China. 

Gambaran pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) dan proyeksinya pada tahun mendatang cukup menantang seperti disajikan pada Peraga-1.

Pertumbuhan dan Proyeksi PDB India - China - Indonesia; Koleksi Arnold M.
Pertumbuhan dan Proyeksi PDB India - China - Indonesia; Koleksi Arnold M.

Indonesia dan India digolongkan dalam Emerging Market & Development Economies (EM&DE) dengan pertumbuhan di atas rerata EM&DE dan global serta trend-nya naik; sementara China sebagai pemain utama perdagangan global (pangsa sekitar 15%) mengalami trend pertumbuhan turun. Dengan kondisi demikian, wajar jika India dan Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi global khususnya di belahan Selatan dan Pasifik.

Salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi adalah pemanfaatan utang publik sebagai "input" dalam investasi; tetapi sering utang dianggap menjadi ancaman bagi masa depan yang kelak menjadi beban. Peraga-2 memberikan gambaran proyeksi posisi utang terhadap PDB.

Pertumbuhan Rasio Utang Terhadap PDB - Koleksi Arnold M.
Pertumbuhan Rasio Utang Terhadap PDB - Koleksi Arnold M.

Berdasarkan Peraga-2 dan Peraga-1, rasio utang China terhadap PDB terus meningkat dalam kondisi pertumbuhan PDB turun. Sementara India, rasio utang turun dalam trend PDB naik seperti diberikan pada Peraga-1. Kesimpulan sederhana yang dapat ditarik bahwa peningkatan utang untuk investasi publik bukan ancaman asalkan investasi tersebut berimplikasi pada pertumbuhan yang andal dan berkelanjutan.

Sebagai pemahaman terhadap pertumbuhan, dalam PDB Indonesia pangsa konsumsi berada pada kisaran 60%; investasi dan pembentukan modal tetap sekitar 35% sedangkan sisanya merupakan faktor perdagangan global (ekspor dan impor). Dengan kondisi perdagangan global yang masih dalam tekanan khususnya deflasi komoditas, tidak bijak jika berharap akan dorongan pertumbuhan dari perdagangan. Sementara pertumbuhan konsumsi membutuhkan dukungan pertambahan lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan. Dengan demikian, kegiatan investasi merupakan pilihan demi peningkatkan lapangan kerja; dan investasi pada infrastruktur akan menyerap banyak tenaga kerja serta hasil pembangunannya akan merupakan faktor utama dalam pengembangan sektor industri serta peningkatan kualitas hidup masyarakat yang mencakup kualitas pendidikan dan kesehatan.

Belajar Dari Catatan Masa Lalu 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x