Mohon tunggu...
Arnold Mamesah
Arnold Mamesah Mohon Tunggu... Konsultan - Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomics - Intelconomix

Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomic - Intelconomix

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Moneter Ketat Bagai Monster Masa Depan

8 Desember 2015   11:11 Diperbarui: 8 Desember 2015   11:34 359
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber informasi : Bank Indonesia -SEKI Moneter

Sumber Kiri untuk Posisi Kredit (IDR x 10 Miliar) dan Perubahan (Tambah atau Kurang) Bulanan (IDR Miliar); sumbu kanan untuk perubahan (posisi dibandingkan 12 bulan sebelumnya dalam prosen). Rerata suku bunga kredit investasi : 12%.

Dari grafik-1 ditunjukkan bahwa tren pertumbuhan bulanan turun sementara pertumbuhan tahunan turun lebih cepat. Hal ini mengindikasikan minat dunia usaha untuk berinvestasi rendah dan dampaknya pada penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan perekonomian pada tahun-tahun mendatang.

Pembelajaran berharga saat The Fed US mengeluarkan kebijakan Quantative Easing, dana murah dalam USD mengalir ke kawasan termasuk Indonesia. Tetapi kemudian saat mulai didengungkan rencana normalisasi suku bunga, timbul gejolak nilai tukar dan menimbulkan depresiasi nilai tukar IDR terhadap USD yang secara rerata per tahun besarnya 12%. Sudah selayaknya investasi domestik lebih mempertimbangkan pada dukungan perbankan domestik dengan suku bunga rendah (single digit !).

Dalam kondisi pertumbuhan kredit investasi turun, tren pertumbuhan simpanan juga turun, seperti yang diberikan pada Grafik-2.

 Grafik-2 : Tren Pertumbuhan Simpanan

Sumber informasi : Bank Indonesia -SEKI Moneter

Sumber Kiri untuk Posisi Simpanan (IDR x 10 Miliar) dan Perubahan (Tambah atau Kurang) Bulanan (IDR Miliar); sumbu kanan untuk perubahan (posisi dibandingkan 12 bulan sebelumnya dalam prosen). Rerata suku bunga simpanan (12 bulan) : 8,5%.

Dari Grafik-2 dapat dilihat bahwa tren simpanan turun dalam tiga bulan terakhir sejak Oktober 2015. Bahkan tren pertumbuhan tahunan sejak enam bulan terakhir turun pesat. Hal ini menggambarkan bahwa pendapatan tenaga kerja menurun dan hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi atau bahkan kekurangan. Penurunan ini berdampak pada menyusutnya daya beli khususnya pada konsumsi dan sejalan dengan tren penurunan inflasi. Kondisi penurunan pendapatan mendukung praduga akan permasalahan yang dihadapi dunia usaha yang menyebabkan turunnya belanja dan pengeluaran dunia usaha yang selanjutnya berdampak pada pendapatan tenaga kerja.

Pilihan Kebijakan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun