Mohon tunggu...
Arnold Mamesah
Arnold Mamesah Mohon Tunggu... Konsultan - Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomics - Intelconomix

Infrastructure and Economic Intelligent - Urbanomic - Intelconomix

Selanjutnya

Tutup

Money

Prediksi Perekonomian - Road Ahead

8 Juli 2015   05:13 Diperbarui: 8 Juli 2015   05:13 332
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

1. Nilai Investasi Portofolio mengalami peningkatan.

2. Nilai Investasi Langsung cenderung menurun. Tetapi dengan gencarnya upaya mengundang penanam modal serta prospek ekonomi yang masih dianggap baik, dapat diharapkan aliran dana investasi langsung sehingga nilainya akan berbalik arah menuju peningkatan.

3. Peningkatan nilai investasi langsung akan berdampak pada peningkatan nilai impor terutama pada barang modal.

4. Jika dilihat secara keseluruhan sebagai Neraca Pembayaran (Balance of Payment), prediksi membaiknya Transaksi Berjalan (Current Account), peningkatan FDI dan FPI pada bagian Transaksi Keuangan (Financial Account), akan berdampak pada peningkatan cadangan devisa.

Prediksi Kurs Tukar USD – IDR dan harga Crude Oil diberikan pada grafik berikut ini.

Berdasarkan pola kurs tengah dan Crude Oil Price (Brent) untuk masa 2004 hingga Juni 2015, diprediksikan bahwa IDR akan mengalami apresiasi terhadap USD sedangkan harga minyak mentah akan turun menuju USD 50 per barel (atau bahkan kurang) dengan catatan tidak terjadi kejutan (shock) seperti pada 2008.

Cemas tanpa Alasan itu Sesat

Dari kajian berdasarkan data, pola serta konklusi dan prediksi yang dihasilkan apakah lantas perlu menjadi cemas atau bahkan pesimis.

Dalam kondisi resesi, apakah ingin mencontoh langkah pengetatan (austerity) seperti yang dilakukan saat menghadapi Krismon 1998 dengan dampak dan kerusakan dalam perekonomian ?

Masalah pada utang swasta termasuk perbankan perlu diselesaikan dengan negosiasi untuk mencapai kesepakatan. Upaya memaksakan pembayaran utang yang meningkat akibat depresiasi nilai tukar dalam kondisi pendapatan perusahaan yang menurun (Balance Sheet Resession Problem), akan berdampak sebaliknya; membuat kemampuan usaha makin menurun dan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap USD. (Lihat artikel : Sesat Pikir, Kontradiksi, dan Negative Feedback dalam Fluktuasi Kurs Tukar).

Kebijakan yang diambil dalam anggaran pemerintah sudah jelas disampaikan bahwa tidak akan melalukan pengetatan (austerity). Kekurangan anggaran yang timbul akibat penerimaan tidak sesuai dengan target, akan dipenuhi melalui mekanisme utang (bilateral dan multilateral). Kebijakan yang diambil Menteri Keuangan ini sangat sejalan dengan prinsip ekonomi (Ingat : Paradox of Thrift); karena akan menjadi stimulus penggerak perekonomian. Khususnya dalam penyerapan tenaga kerja yang akan mendapatkan upah dan selanjutnya meningkatkan konsumsi serta mendorong sektor produksi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun