Mohon tunggu...
Arnilah Ahoro Sidi
Arnilah Ahoro Sidi Mohon Tunggu... Guru - A mother and a teacher

arnilah@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bagaimana Kaum Narsis Meminta Maaf?

8 Juni 2022   09:50 Diperbarui: 8 Juni 2022   10:03 269
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Bagaimana kaum Narsis Meminta Maaf ?

Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, mengucapkan maaf itu sudah biasa. Tapi ini adalah budaya meminta maaf untuk meminta izin, atau menunjukkan kesopanan. Misalnya ungkapan , “Maaf saya mau bertanya?”, atau “Maaf saya tidak setuju”, dan masih banyak ungkapan maaf yang lainnya.

Bagi masyarakat luar, budaya meminta maaf yang keseringan ini  ini tidak biasa. Karena mengucapkan kata maaf terus menerus menunjukan rasa tidak percaya diri dan ketakutan.

Jika mengucapkan maaf sebagai budaya kesopanan begitu mudah kita dapati, mengapa meminta maaf karena kesalahan malah sebaliknya. Pernah mendengar lagu Elthon John, “Sorry seems to be the hardest word”?  Meminta maaf adalah kata yang tersulit.

Uniknya, ada loh kaum yang mudah mengucapkan maaf tapi sebenarnya tidak meminta maaf. Kaum ini dinamakan kaum narsis. Mereka adalah kepribadian yang selalu berpikir sangat tinggi terhadap diri sendiri, memerlukan kekaguman, sulit percaya orang lain, dan kurang empati terhadap orang lain.

Pernah kah kalian mendengar orang mengucapkan ini :

“Saya minta maaf telah berkata tidak sopan. Tapi, tadi kamu dulu yang memulainya, mengapa kamu berpikir saya seburuk itu.”

“Saya menyesal telah melakukan kesalahan.”

“Seharusnya, saya tidak melakukannya.”

“Maaf ya jika aku menyakiti perasaanmu.”

“Aku kan sudah minta maaf berkali-kali."

“Maaf, tapi kayanya kamu nya lagi baper deh.”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun