Mohon tunggu...
Armen Natohong
Armen Natohong Mohon Tunggu... Penulis Amatir
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mahasiswa jurusan ilmu perpustakaaan UIN Sumatera Utara

Selanjutnya

Tutup

Media

Aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bersatu Padang Lawas Utara "BIMTEK di Zona Merah Itu Bahaya"

12 Agustus 2020   04:28 Diperbarui: 12 Agustus 2020   04:17 3 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bersatu Padang Lawas Utara "BIMTEK di Zona Merah Itu Bahaya"
fb-img-15971684604131811-5f330afcd541df414a13cf4a.jpg

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda PALUTA/grup Facebook info Padang lawas Utara.com

Seruan aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda  Bersatu Padang Lawas Utara "Bimtek Di Zona Merah Itu Bahaya", Mahasiswa Dan Pemuda Angkat Suara. 

Aliansi Mahasiswa Pemuda Bersatu Padang Lawas Utara akan melaksanakan seruan aksi yang akan dilaksanakan pada hari rabu 13, agustus 2020. Titik kumpul seruan ini di alun-alun Gunung Tua pada jam 10.00 WIB, Aksi ini akan di tujukan ke Kantor Bupati - Kantor DPRD - Kejaksaan Agung.

Tujuan aksi :
Para aksi meminta agar Kepala Dinas PMD Padang Lawas Utara yaitu Drs.  AR.  MARJONI dan Kadis Pemdes Paluta agar docopot jabatannya dan periksa seluruh Kepala Desa Se-kabupaten Padang Lawas Utata, Karena telah melanggar Permendes No 7 Tahun 2020 yaitu bahwa telah menyalah gunakan dana desa.  Yang seharusnya dana desa di Prioritaskan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan menggerakkan perekonomian rakyat yang terdampak Pandemi Covid-19. Malah digunakan anggarannya untuk melaksanakn BIMTEK yang jika dipikirkan tidak ada dampak manfaatnya untuk masyarakat maupun untuk pelajar di tengah pandemi covid-19 sekarang ini.

Memang diketahui para perangkat desa berangkat ke kota Medan  untuk menghadiri kegiatan BIMTEK pada tanggal 03 Agustus  2020 di salah satu hotel di Medan. Ditengah situasi pandemi covid-19, ada 386 Desa dari 12 Kecamatan tiap desa di ikuti oleh 5 orang jika dikalikan 1930 orang. Tak tanggung untuk biaya Bimtek ini setiap desa mengeluarkan anggaran dari sumber Dana Desa tahun Anggaran 2020 mencapai Rp 70-75 juta lebih per desa, sungguh biaya yang sangat beaar. Bila dijumlahkan  setiap desa mengalokasikan rata-rata Rp. 75,000,000,-dikalikan 386 Desa maka jumlah total Rp, 28. Milyar 950 juta untuk biaya program Bimtek.

Itulah awal terjadinya aksi ini. Para pemuda dan mahasiswa merasa geram dengan  kebijakan yang keliru pada masa pandemi in. Apalagi kota Medan termasuk zona merah covid-19, seolah-olah mau menjemput covid-19 dari kota Medan.


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x