Mohon tunggu...
Arman Syarif
Arman Syarif Mohon Tunggu... Guru yang suka menulis dalam sepi ditemani kopi hitam

Berhentilah mengeluh. Mengeluh tak akan mengubah keadaan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Belum Bisa Beranjak

15 April 2019   06:54 Diperbarui: 15 April 2019   10:54 0 13 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Belum Bisa Beranjak
Dokpri

Mentari berlari tinggalkan aku di ruang yang remang. Ketika pikiranku melayang dan masih mengeja aksara-aksara yang berserak, sembari menganga.

Sungguh sulit beranjak dari lembaran tua. Isinya bercokol lama dalam benak. Merantai sanubari di setiap waktu. Menyuguhkan dalil yang tak mudah dibantah, hingga tak kuasa aku berpaling darinya.

Kini matahari perlahan melingkupi semesta. Kegelapan batin mulai mengalah pada cahaya. Perut kosong mulai diisi. Khutbah kebenaran pun kembali dikumandangkan di telinga pencari hakikat hidup.

Tapi di sini ada aku, sendiri terbaring meraba dalam kekalutan. Tubuh mudaku dipaksa tak lelah. Meski kurapal do'a, kubelah doktrin dan paradigma baru yang kira-kira sepadan.

Membenturkan banyak aliran pemikiran, tetap sama: aku belum bisa beranjak dari isme-isme lama. Betapa kuat mencengkeram di alam benak.

(Catatan langit)

KONTEN MENARIK LAINNYA
x