Mohon tunggu...
Herdian Armandhani
Herdian Armandhani Mohon Tunggu... Pemuda yang Ingin Membangun Indonesia Melalui Jejaring Komunitas

Kalau Tidak Mampu untuk Menjadi Pohon Beringin yang Kuat untuk Berteduh, Jadilah Saja Semak Belukar yang Sisinya Terdapat Jalan Setapak Menuju Telaga Air

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Infeksi Lambung Sungguh Menyiksa

15 Desember 2014   16:29 Diperbarui: 17 Juni 2015   15:17 55 0 1 Mohon Tunggu...

Sudah dua hari ini penulis merasakan yang namanya syndrome mual. Sehari yang lalu penulis berobat kesebuah klinik yang ada di kota penulis. Kbetulan dokter yang praktek disana memberikan sebuah obat kunyah yang rasanya seperti permen mint. Setelah mengonsumsi obat tersebut rasa nyeri dan mual pada perut penulis luamyan bisa reda. Malamnya ternyata gejala mual dan nyeri di perut semakin menjadi. Kondisi yang demikian diperparah dengan tingginya suhu tubuh penulis. Di rumah penulis sudah memiliki obat pereda panas tubuh. Penulis juga mengonsumsi obat pereda panas. Suhu tuhu waktu diukur dengan termometer mencapai 38 derajat celcius. Perut penulis juga digosok dengan minyak kayu putih sehingga perut menjadi hangat. Pukul 03.00 wita penulis kembali mengonsumsi obat perde panas. Obat ini cukup hebat untuk meredakan panas. Suhu penulis kembali turun menjadi 37 derajat celcius.

Paginya hari ini suhu tubuh penulis tetap berkisar 37 derajat celcius. Padahal suhu manusia normal adalah 36 derajat celcius. Penulis kembali berinisiatif untuk ke klinik supaya diberikan obat setelah diperikasa secara intensif. Dokter menyarankan agar penulis diambil darahnya dilabolatorium. Usai diambil darah oleh petugas medis hasilnya harus ditunggu selama tiga jam. Dokter juga membrikan dua buat obat untuk meredam rasa mual dan perih pada perut penulis. Dokter tidak memberikan obat antibiotic sebelum penulis diketahui hasil labolatorium. Tapi dokter menduga bahwa penulis terkena radang lambung. Beberapa hari yang lalu penulis memangmengonsumsi makanan yang berbumbu dan pedas. Mungkin ini yang memicu gejala mual dan nyeri di perut penulis. Semoa saja hasil labolatorium tidak menunjukan gejala yang berbahaya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x