Mohon tunggu...
Arlini
Arlini Mohon Tunggu... Menulis berarti menjaga ingatan. Menulis berarti menabung nilai kebaikan. Menulis untuk menyebar kebaikan

ibu rumah tangga bahagia, penulis lepas, blogger, pemerhati masalah sosial kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Hobi

(Resensi) Kecerdasan Politik: Memisahkan Konsep Politik dengan Realitasnya

25 September 2020   18:21 Diperbarui: 25 September 2020   18:24 73 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
(Resensi) Kecerdasan Politik: Memisahkan Konsep Politik dengan Realitasnya
dok. pribadi

Judul buku : Political Quotient Meneladani Perilaku Politik Para Nabi

Penulis : M. D. Riyan

Penerbit : Madania Prima

Tahun terbit : 2008

Cetakan : I

Ketebalan : 208 hal

ISBN : 978-979-166-227-7

Buku ini saya beli tahun lalu dengan harga diskon. Murah banget. Buku jadul sih. Tapi meski terbitan lama dan tidak mengenal nama penulisnya saya tetap beli. Terlebih bahasan politik salah satu bahasan menarik bagi saya. Sebab aspek politik punya pengaruh besar untuk hidup manusia termasuk diri saya. Ada yang bilang, kalau kita tidak tahu tentang politik, maka kita akan dipolitiki. Jadi saya merasa harus tahu mengenai politik.

Dibagian pengantar penulis mengutip pernyataan Socrates bahwa manusia itu makhluk yang berpolitik. Itu disetujui penulis. Sebab menurut penulis, dengan segenap potensi yang dimilikinya manusia mampu untuk mengatur diri, komunitas dan lingkungannya.

Sayangnya politik yang merupakan masalah atur mengatur urusan manusia justru dijauhi oleh sebagian manusia. Hal ini tak lepas dari kondisi carut marutnya perpolitikan negeri kita. Sehingga persepsi negatif tentang politik pun berkembang di masyarakat. Ada yang bilang politik itu kotor. Politik cuma urusan berebut kekuasaan. Politik urusan pejabat, rakyat nggak perlu ikut ngurusin. Dan berbagai persepsi negatif lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN