Kuntoro Tayubi
Kuntoro Tayubi Journalist

Menulis adalah ruh, dan menebar kebaikan adalah jiwaku. Bagiku kehidupan ini berproses, karena tidak ada kesempurnaan kecuali Sang Pencipta.

Selanjutnya

Tutup

Regional

Ratusan Siswa SMK di Tegal Mogok Sekolah

13 Maret 2018   23:43 Diperbarui: 14 Maret 2018   00:04 746 1 0
Ratusan Siswa SMK di Tegal Mogok Sekolah
Dokumentasi Pribadi

Ratusan siswa SMK Bhakti Praja (BP) Talang, Kabupaten Tegal sepakat  mogok belajar. Mereka tidak ada yang datang ke sekolah sebelum  tuntutannya dipenuhi. Adapun, tuntutannya yakni, kepala sekolah harus  mundur dari jabatannya.

Waka Kurikulum SMK BP Talang Alfiyah  membenarkan jika anak didiknya tidak ada yang berangkat ke sekolah. Dia  menduga, itu imbas dari unjuk rasa yang dilakukan para siswanya pada  Senin (12/3). "Yang berangkat ke sekolah cuma empat anak saja. Itu pun  pulang lagi," kata Alfiyah, saat ditemui di SMK BP Talang, Selasa (13/3)  siang.

Kendati siswanya tidak ada yang berangkat, tapi para guru  di sekolah tersebut semuanya hadir. Bahkan, para guru tidak pulang  lebih awal. Mereka menunggu siswanya hingga pukul 14.00. "Kalau guru,  tetap berangkat. Tidak ada yang izin," ucapnya.

Dia berharap  permasalahan tersebut segera berakhir. Sebab, siswa kelas 11 dan 12 akan  melaksanakan Ulangan Tengah Semester (UTS) dan Ujian Sekolah Berstandar  Nasional (USBN) pada 19-23 Maret 2018. Jika siswanya yang berjumlah  sebanyak 668 anak itu masih tetap mogok sekolah, dikhawatirkan akan  timbul masalah baru lagi.

"Mohon yayasan menyikapi secara bijak. Kami khawatir nanti berlarut-larut," ujarnya.

Salah  satu orangtua siswa SMK BP, Dasuki,50, mengaku sempat mengantar anaknya  berangkat ke sekolah. Namun, dia dan anaknya terpaksa pulang lagi  karena kondisi sekolah sepi. Siswa tidak ada yang datang ke sekolah.

"Anak  saya sempat berangkat tadi. Saya antar sekitar jam 07.15. Tapi sampai  sekolah sepi, siswa tidak ada yang berangkat. Akhirnya pulang lagi,"  kata Dasuki.

Dasuki juga mengaku sempat kembali mendatangi  sekolah sekitar pukul 08.30. Saat itu kondisi sekolah juga masih sepi  dari siswa dan tidak ada kegiatan belajar mengajar. "Hanya ada guru.  Guru-guru tetap berangkat tapi siswa tidak ada yang berangkat,"  ungkapnya.

Selaku orangtua siswa, Dasuki berharap pihak sekolah  dan yayasan segera menyelesaikan permasalahan agar siswa tidak  dirugikan. Apalagi anaknya yang duduk di kelas XII jurusan akutansi juga  sebentar lagi harus mengikuti Ujian Nasional (UN).

"Harus cepat diselesaikan supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar," ucapnya.

Humas  Yayasan Bhakti PrajaTanuri HM membenarkan kegiatan belajar mengajar  (KBM) di SMK BP terhenti karena siswa tidak berangkat. "Laporan dari  guru, hari ini KBM memang belum jalan, karena tuntutan siswa belum  dipenuhi, Bu Rofikoh masih menjabat," kata Tanuri.

Tanuri  mengungkapkan, terlepas dari aksi unjuk rasa siswa, posisi Rofikoh  sebagai Kepala SMK Bhakti Praja saat ini sedang dilakukan monitoring  evaluasi (ME) oleh pihak yayasan karena masa jabatannya sudah lima  tahun. "Waktunya Bu Rofikoh tahun ini memang ME. Kalau hasilnya bagus  bisa dilanjut, bisa dipilih lagi. Kalau tidak, nanti diganti mulai tahun  ajaran baru (2018-2019)," ujarnya.

Tanuri menjelaskan, evaluasi  monitoring yang dilakukan meliputi pemberkasan, tes, dan juga penilaian  dari guru dan karyawan sekolah. "Ini sudah berjalan, nanti sampai  April," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SMK BP  Talang menggelar unjuk rasa di kompleks sekolah setempat Senin (12/3).  Para siswa dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster menuntut  kepala sekolah mundur dari jabatannya karena dinilai arogan dan kerap  melakukan kekerasan kepada siswa dan guru. 

Selain itu, para siswa juga  menuntut adanya sarana pra sarana sekolah yang memadai karena sudah  dibebani sejumlah biaya oleh kepala sekolah.