Mohon tunggu...
ariyani syahniar
ariyani syahniar Mohon Tunggu... iqra

-

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Mengapa Tak Bangga Menjadi Muslimah?

28 Maret 2020   22:53 Diperbarui: 28 Maret 2020   22:57 78 0 0 Mohon Tunggu...

Manakala ajaran Ilahiah mulai sirna oleh kehidupan masyarakat sepanjang sejarah, mulailah setiap bangsa menetapkan hukum-hukum terkait hak perempuan berdasarkan keegoisan mereka. Tidak seharusnya kelahiran bayi perempuan dianggap aib, sampai melahirkan kebiasaan mengubur hidup-hidup anak perempuan karena dianggap penyebab kemelaratan. Tidaklah pantas perempuan menjadi barang dagangan, ditempatkan tak lebih dari sampah, pemuas nafsu seksual, bahkan ada pula yang memuja dan menuhankan mereka (Qadir A, 2012).

Ketika dunia disinari cahaya Islam, semua belenggu yang menistakan perempuan itu dihancurkan. Kehormatan dan nilai-nilai kemanusiaan dikembalikan. Perempuan ditempatkan sebagai makhluk merdeka dan mulia dalam Islam yang dikatakan muslimah. Berikut ini berbagai bentuk penghormatan yang diberikan Islam untuk para muslimah.

Pertama, Islam menyambut baik kelahiran perempuan. Dalam al-Quran ditegaskan bahwa hak untuk hidup merupakan anugerah Allah bagi setiap manusia, laki-laki dan perempuan. Allah berfirman, "Dia memberikan anak-anak perempuan dan anak-anak lelaki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya" (TQS asy-Syura: 49). Maka dari itu Islam melarang berkecil hati jika memiliki anak perempuan, dan tidak menyambut kelahirannya dengan perasaan marah atau malu, melainkan dengan keikhlasan dan ucapan rasa syukur karena para nabi pun memiliki anak perempuan.

Kedua, Islam memberi bagian waris bukan untuk laki-laki saja, namun perempuan juga berhak mendapatkan bagian sesuai dengan ketetapan Allah. Dijelaskan dalam surah an-Nisa ayat 7 bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan warisan meskipun berbeda bagian.

Ketiga, Islam menegaskan bahwa mengasuh anak perempuan bisa menjadi pelindung dari api neraka dan jalan menuju surga. Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi bersabda, "Barangsiapa mengasuh dua budak perempuan hingga dewasa, maka di akhirat nanti saya dan dirinya akan datang seperti ini (sambil merapatkan jari-jarinya)." (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Keempat, Menghormati perempuan dalam statusnya sebagai istri adalah anjuran Islam. Hendaknya seorang suami bersabar atas sikap istri yang tidak disukainya. Allah berfirman, "Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya." (TQS an-Nisa: 19). 

Menurut Ibnu Katsir ayat ini mengandung pengertian bahwa kesabaran suami untuk tidak membenci istri mendatangkan kebaikan bagi dirinya di kehidupan dunia dan akhirat.

Kelima, Nabi menegaskan bahwa keridhaan seorang ibu merupakan tiket masuk surga. Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah , "Wahai Rasulullah, aku ingin sekali pergi berjihad, dan aku datang kesini untuk meminta petunjukmu." Beliau bersabda, "Apakah ibumu masih hidup?" laki-laki tadi menjawab, "Ya, dia masih hidup." Nabi kemudian berkata, "Pulang dan temanilah ibumu, karena surga berada di bawah telapak kaki ibu." (HR. Ahmad, dan Nasa'I, dan Ibnu Majah).

Keenam, muslimah yang taat perintah Allah dimudahkan jalannya untuk ke surga, sebagaimana hadist Rasulullah , "Jika Seorang istri menunaikan shalat lima waktu, memelihara kehormatannya, dan taat pada suaminya, maka ia akan memasuki surga dari pintu mana saja yang disukainya." (HR. Ibnu Hibban)

Sebagai kesimpulan, Islam digariskan Allah dengan menjunjung prinsip persamaan dan keadilan sesuai fitrah manusia itu sendiri dengan tidak selamanya menyamaratakan hak laki-laki dan perempuan. Singkatnya, ditengah maraknya diskriminasi terhadap perempuan, Islam hadir menjaga, menghargai, dan menghormati wanita dengan keistimewaannya sebagai muslimah.

VIDEO PILIHAN