Mohon tunggu...
Ariya leesidro
Ariya leesidro Mohon Tunggu... Relawan - Pelajar

Hobi menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Ekstrak Plasenta Sapi Bisa Mengatasi Skin Aging?

19 November 2022   09:00 Diperbarui: 19 November 2022   09:06 149
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 1  Ilustrasi dari penuaan pada kulit (Gambar dok. pribadi)

Ekstrak Plasenta Sapi Bisa Mengatasi Skin Aging?

Apa itu istilah anti-aging?

Penuaan pada kulit kita adalah suatu fenomena alami yang tidak dapat kita hindari yang akan mengubah morfologi atau bentuk luar suatu sel yang dapat disebabkan oleh menurunya vitalitas sel atau sel mengalami apoptosis atau yang disebut sebagai kematian sel (Chen et al. 2022; Umbayev et al. 2020). 

Faktor pemicu anti-aging ada apa saja?

Terdapat dua faktor pemicu penuaan kulit yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik nya meliputi gender, etnik, serta variasi dari berbagai faktor genetik juga dapat mempengaruhi proses penuaan. Faktor ekstrinsik nya meliputi radiasi sinar UV dan polusi udara, penyakit-penyakit seperti diabetes, dan gaya hidup dari individu tersebut seperti merokok, peminum, dan asupan nutrisi. Di antara faktor ekstrinsik, asupan nutrisi suatu individu memegang peran yang penting dalam penuaan karena asupan yang tidak seimbang terkhusus pada kasus dimana seseorang memiliki asupan gizi yang sebagian besar ditempati oleh karbohidrat yang dapat memicu perkembangan dari obesitas. Hal ini lama-kelamaan akan menghasilkan asosiasi terhadap diabetes dan berbagai penyakit kulit (Umbayev et al. 2020).

Penuaan kulit juga terasosiasi dengan tingginya pemasukan karbohidrat. Hal ini disebabkan karena molekul penyusun kulit yaitu elastin dan kolagen dapat dirusak oleh karbohidrat dengan proses glikasi non enzimatik. Proses ini adalah penempelan kovalen gula pada protein yang akhirnya akan membentuk produk yang tidak diinginkan yang bisa disebut sebagai AGEs (Umbayev et al. 2020).

Apa pengaruh asupan gula terhadap anti-aging?

Gula-gula seperti glukosa, fruktosa, dan galaktosa adalah gula sederhana yang esensial dalam asupan nutrisi kita. Namun, mengonsumsi kebanyakan gula akan berujung pada oksidatif stres. Mekanisme yang telah diketahui pada proses oksidatif stres adalah pengaktivasian oksidatif metabolisme pada mitokondria karena gula. Mengapa oksidatif stres ini penting? Karena hal ini akan berujung pada spesies reaktif oksigen (ROS). ROS adalah  suatu radikal bebas dan jika jumlah radikal bebas pada tubuh telah melewati batas maksimal, radikal tersebut tidak bisa dinetralkan secara alami oleh tubuh yang mengakibatkan penuaan kulit (Parameshwaran et al. 2010; Umbayev et al. 2020).

Pada penelitian-penelitian sebelumnya, dipercayai bahwa glukosa adalah gula yang paling memiliki dampak akselerasi penuaan pada kulit. Namun, hal ini disanggah dengan penemuan terbaru bahwa galaktosa, terkhususnya D-galaktosa, adalah agen glikan yang lebih kuat dibandingkan dengan glukosa yang dapat memicu oksidatif stres (Umbayev et al. 2020).

Galaktosa sendiri adalah molekul yang terdiri atas 4 karbon yang mirip dengan glukosa. Galaktosa terbagi menjadi dua yaitu L-galaktosa dan D-galaktosa yang merupakan bentuk umum yang ditemukan secara alami. Sumber makanan yang paling umum dari galaktosa adalah susu dan produk susu lainnya seperti yoghurt (Umbayev et al. 2020). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun