Mohon tunggu...
Aris Way Kanan
Aris Way Kanan Mohon Tunggu... Warga Lampung

Mengabdi untuk Republik

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Tuduhan Intervensi Menteri Jokowi dalam Munas Golkar Tidak Relevan

4 Desember 2019   11:33 Diperbarui: 4 Desember 2019   11:38 0 1 0 Mohon Tunggu...
Tuduhan Intervensi Menteri Jokowi dalam Munas Golkar Tidak Relevan
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Pribadi - Foto: Instagram @TentangGolkar


Pengamat politik Universitas Airlangga Hari Fitrianto menanggapi isu tudingan adanya tiga menteri Presiden Joko Widodo yang ikut campur dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Ia mengungkapkan, tuduhan intervensi itu tidak relevan.

"Tuduhan istana mengintervensi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar sebenarnya itu tidak relevan, secara realitas politik, istana tidak dalam posisi berkepentingan untuk ikut memengaruhi siapa yang akan menjadi Ketum Golkar" ujar Hari, Kamis (28/11).

Menurut Hari, hal itu tidak relevan karena Partai Golkar telah menjadi bagian utama dari partai koalisi yang loyal mendukung pemerintahan Jokowi. Berbagai nama yang muncul sebagai calon ketua umum dinilai Hari juga memiliki kedekatan dengan pemerintah.

"Siapapun yang terpilih tentunya tidak akan berpaling dari poros kekuasaan Jokowi. Tinggal para calon ini yang justru berlomba untuk dapat menyesuaikan diri sehingga relevan dengan visi pemerintahan Jokowi saat ini dan ke depan", tambah Hari.

Menjelang Munas yang akan dilaksanakan 3-6 Desember 2019 nanti, situasi internal Golkar mulai memanas dan terlihat pertarungan dari kubu-kubu yang hendak bertarung memperebutkan posisi ketua umum. Dua kubu terkuat antara lain kubu petahana Airlangga Hartarto dan kubu penantang Bambang Soesatyo.

Salah seorang pendukung Bambang Soesatyo, Syamsul Rizal, menuduh adanya upaya memengaruhi pimpinan-pimpinan DPD Partai Golkar di daerah oleh sejumlah menteri kabinet tanpa sepengetahuan Jokowi. Ia menyebut adanya tiga menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang campur tangan dalam pemilihan ketum partainya. Syamzul mengatakan 3 menteri tersebut menekan DPD Golkar untuk memilih kembali Airlangga Hartarto sebagai ketum.

Hari menilai pernyataan yang dilayangkan oleh loyalis Bamsoet tersebut hanyalah sebuah dinamika pertarungan saja.

"Ini hanya bunyi-bunyian yang dilakukan oleh kubunya Bamsoet sebagai sebuah dinamika pertarungan menjelang Munas yang dapat memberi ruang mereka untuk bermanuver, menyerang dan kemudian melakukan bargaining" ujar Hari.

Sementara, pengamat politik dan kebijakan publik dari Universitas Padjajaran Yogi Suprayogi juga menanggapi hal ini. Ia menilai Partai Golkar merupakan partai yang mapan dan kuat, selalu menjadi bagian utama dalam pemerintahan, sehingga memiliki dinamika yang khas secara internal maupun eksternal dalam setiap munasnya.

"Kepemimpinan Airlangga dan kehadiran Golkar di pemerintahan Jokowi melambangkan kemampuan Partai Golkar dalam berpartisipasi secara teknokratik di dalam pemerintahan, seiring dengan kemampuannya membawa keseimbangan (politik)," ujar Yogi.

Yogi menambahkan, siapapun yang menantang Airlangga harus mampu mengimbangi sisi teknokratis Airlangga dan memperkuat transformasi citra Partai Golkar sebagai partai bersih paska kepemimpinan Setya Novanto.

"Airlangga berhasil re-branding Partai Golkar dengan konsep kekinian, produktif dan milenial, 4.0, serta sebagai partai yang jauh dari citra transaksional. Dua citra ini yang dibutuhkan oleh pemerintahan Jokowi tentunya", jelas Yogi saat diwawancarai, beberapa waktu lalu.

Di kesempatan lainnya, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily dengan tegas membantah tudingan adanya tiga menteri Presiden Joko Widodo ikut campur dalam masalah pemilihan ketua umum Partai Golkar. Semua calon ketua umum diminta untuk tetap fokus menghadapi Munas pada Desember 2019.

"Sudahlah, enggak usah ngigau ngomong kemana-mana. Munas sudah di depan mata, tinggal beberapa hari ke depan. Kalau mau maju jadi calon ketua umum, yakinkan para pemegang suara dengan konsep dan gagasan untuk kemajuan Partai Golkar lima tahun ke depan," ujar Ace di Jakarta, Kamis (28/11).

Menurut Ace, berdasarkan pengalaman setiap proses pemilihan ketua umum, kader Golkar tidak akan terpengaruh dengan berbagai isu liar menjelang Munas. Partai Golkar adalah partai yang sudah dewasa dan matang dalam berdemokrasi.

VIDEO PILIHAN