Mohon tunggu...
Syahrir Aliffuddin M
Syahrir Aliffuddin M Mohon Tunggu... Akun pribadi

Mahasiswa Informatika Undip 2017

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Keren! Mahasiswa Undip Membangkitkan Kesadaran Bahaya Covid-19 Anak-Anak dengan "CQC"

9 Februari 2021   05:53 Diperbarui: 9 Februari 2021   05:54 38 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Keren! Mahasiswa Undip Membangkitkan Kesadaran Bahaya Covid-19 Anak-Anak dengan "CQC"
Screenshot Tampilan CQC:COVID-19 Quiz Competition  (Dokumentasi Pribadi)

Cilacap (9/2) --- Menjamin pendidikan tersebar merata dan mendorong ketersediaan pembelajaran jangka panjang bagi masyarakat di segala usia adalah tujuan nomor 4 dari Sustainable Development Goals (SDGs) Tahun 2030. SDGs merupakan suatu rencana aksi global guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan dan telah disepakati oleh para pemimpin dunia demi kemakmuran bersama.

COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. COVID-19 ini dapat menimbulkan gejala gangguan pernafasan akut seperti demam di atas 38C, batuk dan sesak nafas bagi manusia. Virus ini dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet, percikan cairan pada saat berbicara, bersin, dan batuk). Berdasarkan website Gugus Satgas COVID-19 Indonesia , tercatat 1.147.010 jiwa terinfeksi oleh COVID-19 dan telah menyebabkan 31.393 orang kehilangan jiwa (06 Feb, 2021).

Dengan jumlah korban yang terus bertambah, menyebabkan pemerintah mengeluarkan aturan penutupan sekolah sementara dan menggantikan kegiatan ajar mengajar yang semula tatap muka menjadi Online/daring. Hal tersebut justru membuat kurangnya efektivitas dalam penyampaian ilmu kepada siswa. Bahkan, United Nations (UN) mengeluarkan pendapat bahwa penutupan sekolah dapat menyebabkan 90% dari seluruh siswa mengalami kemunduran dalam proses edukasi. Beberapa anak yang ditemui penulis pun mengeluh jika sesi belajarnya menjadi lebih membosankan daripada ketika di sekolah.

Timbulnya permasalahan ini, membuat mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro bimbingan Nissa Kusariana., S.KM, M.Si yang berlokasi di Kelurahan Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap memutuskan untuk menciptakan sebuah Game Edukasi berbentuk Quiz di Android berjudul "CQC: COVID-19 Quiz Competition" sebagai solusi edukasi yang menyenangkan. Dengan bertemakan Pengetahuan Umum COVID-19 terkini, game ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran sekaligus sebagai media untuk menyebarkan informasi terkait COVID-19, baik pengetahuan umum seputar COVID-19 sampai bagaimana cara untuk berinteraksi dengan orang yang terinfeksi Corona Virus. "Informasi yang diberikan pada Game ini juga dapat menjadi solusi menghilangkan adanya misinformasi yang sering beredar di kalangan masyarakat, memperkaya edukasi anak-anak tentang COVID-19, dan meningkatkan kesadaran bahayanya COVID-19 serta apa saja yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi tertentu terkait COVID-19," kata Syahrir Aliffuddin Muharram, mahasiswa KKN dari prodi informatika ketika menyampaikan ide program KKN.

Dengan mendatangi tempat yang sering digunakan anak-anak untuk bermain di Perumahan Gumilir Indah RT02/RW09, Kelurahan Kebonmanis, Cilacap, kreator dari game CQC ini mencoba memperkenalkan hasil karyanya pada hari Minggu, 31 Januari 2021. Beberapa dari mereka awalnya tampak bimbang ketika mendapat tantangan untuk menyelesaikan kuis ini, namun perasaan ingin tahu mereka seketika bangkit setelah mencoba babak pertama.

Foto bersama anak-anak setelah mencoba Game CQC (Dokumentasi Pribadi)
Foto bersama anak-anak setelah mencoba Game CQC (Dokumentasi Pribadi)

Walau game ini masih belum tersedia di Playstore untuk saat ini, game tersebut sudah bisa di-download pada link https://bit.ly/CQCGame. Diharapkan, dengan adanya game ini bisa membantu proses kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan sekaligus sebagai media penyebaran informasi seputar COVID-19. Sehingga, tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahayanya COVID-19 dapat meningkat, khususnya anak-anak.

Penulis: Syahrir Aliffuddin Muharram, S1 Informatika Fakultas Sains dan Matematika Undip

Dosen Pembimbing: Nissa Kusariana., S.KM, M.Si

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x