Mohon tunggu...
Arini Rachmatika
Arini Rachmatika Mohon Tunggu... heuheu

i write

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

George Eastman, Suara Tembakan dari Kamar Tidur

12 Oktober 2019   22:02 Diperbarui: 19 Oktober 2019   20:10 0 10 3 Mohon Tunggu...
George Eastman, Suara Tembakan dari Kamar Tidur
George Eastman dan Thomas Edisoan. (sumber: George Eastman Museum - eastman.org)

Waktu memeriksa grup kelas, saya mendapati jatah bahasan buat nama-nama yang familiar, sebab beberapa kali dibahas dosen di kelas, sudah habis disabet orang lain duluan. 

Di daftar yang tersisa, lapak yang belum ditandai ada pada Joseph Nicephore Niepce dan George Eastman. Saya tidak punya clue tentang keduanya. 

Alasan memilih George Eastman ialah karena namanya lebih mudah daripada yang satu. Tapi mungkin itu tidak menolong, menulis tetap kelihatan jadi lebih berat karena yang pertama, saya tidak tertarik pada fotografi, dan yang kedua, saya kalah cepat dari yang lain.

Pencarian informasi tentang George Eastman, dimulai dengan "Siapa George Eastman?" yang dijawab dengan informasi yang membikin oooh: seorang pendiri Kodak, sebuah perusahaan kamera yang mengusung tagline keren, You press the button, we do the rest. 

Kemudian satu artikel Kumparan mengatakan George Eastman tewas atas ulahnya sendiri. Rasanya setuju dengan yang pernah Dee Lestari katakan dalam salah satu sesi berbagi-nya, kematian adalah salah satu trigger dalam cerita, sehingga, penelusuran berlanjut dengan kata kunci, "kenapa George Eastman bunuh diri?"

Sore itu tanggal 14 Maret 1932, beberapa saat setelah teman-teman yang diundangnya pulang, George Eastman menuntun pistol otomatis mendekat ke jantungnya. 

Dalam film dokumenter tentangnya, "The Wizard of Photography" yang disutradarai oleh James A. Devinney, yang juga jadi panduan utama saya buat menulis ini, suara tembakan yang sepertinya berusaha diredam, dihadirkan. Eastman menjegal hidupnya di usia 77.

Kodak, yang penamaanya sangat unik (bagaimana tidak, dinamakan Kodak hanya karena Eastman menyukai huruf K!) didirikan tahun 1888 pada 4 September. 

Gagasannya untuk menjadikan kamera mudah dibawa kemana-mana disambut baik oleh publik. Kalau sebelumnya memotret berarti adalah mengoperasikan sebuah boks berukuran televisi cembung dengan plat kaca dan cairan kimia.

Eastman mengganti plat basah dan cairan kimia dengan plat kering, yang proses penciptaannya dramatis betul, melihat bagaimana anak bungsu dari tiga bersaudara ini selalu ditemukan ibunya tiap pagi tergolek di lantai setelah malam yang sibuk. 

Kemudian, kerja seriusnya berhasil merangkum kerja memotret yang merepotkan itu menjadi tinggal menekan tombol saja dan, taraaa, foto sudah bisa dicetak. Ya, dari sinilah tagline kerennya berasal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3