Edukasi

Perusakan Moral Melalui Media Sosial di Zaman Milenial

14 April 2019   13:31 Diperbarui: 14 April 2019   13:35 36 1 0
Perusakan Moral Melalui Media Sosial di Zaman Milenial
https://mobilemarketingwatch.com 

"belajar tanpa berfikir itu tidaklah berguna, tapi berfikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya" Soekarno

Mengambil dari kata Soekarno tentang berfikir dan belajar, yang dimaksud dalam belajar disini ialah belajar utuk bertindak sesuai fikiran yang positif. Di zaman milenial saat ini banyak sekali anak kecil, dewasa, remaja bahkan tua sering melakukan tindakan tanpa berfikir positif dan negatif dari perbuatannya.

Zaman milenial adalah zaman dimana mereka lebih mengedepankan hal yang dianggap benar menurut pandangan masing-masing individu. Dengan perkembangan zaman yang begitu pesat terutama di bidang teknologi seperti halnya media sosial sangat berpengaruh pada moral anak zaman milenial saat ini. Ketergantungan anak milenial tidak lepas dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dalam pengaksesan banyak hal informasi di kalangan media sosial.

Bagaimana tidak, media sosial dikatakan pegakses kuat dalam mempengaruhi moral anak zaman milenial saat ini. Contoh kasus atau berita yang saat ini sedang viral di kalangan media sosial, yaitu tagar justiceforaudrey. Kasus pembullian siswa SMP di Pontianak yang bermula dari cuitan di media sosial dan sontak menjadi sorotan dari berbagai kalangan baik artis, selebgram, youtuber, aktivis, hingga Presiden Joko Widodo.

Dari segi manapun korban tindak kekerasan baik bullying maupun cyberbullying pasti mempengaruhi psikis korban yang mengalami. Walaupun tidak sampai menjerumus ke ranah pembunuhan, namun pembullyan akan menyebabkan terjadi perubahan psikis yang berujung pada rusaknya moral. Setidaknya korban pembullyan pasti mengalami stress, ketakutan, depresi hingga kecemasan yang berlebihan.

Terkait dengan munculnya perubahan moral akibat pembullyan membuat orang tua maupun masyarakat lain terpengaruh untuk lebih menjaga anak-anaknya dalam pergaulan baik di sekolah, lingkungan sekitar, maupun media sosial. Karena tidak menutup kemungkinan ketakutan yang dialami oleh Audrey juga dapat dirasakan oleh banyak orang yang tidak mengalami kejadian tersebut. Disinilah peran orang tua sangat besar dalam mengecek dan membentengi anak saat terjun atau mengenal media sosial sebagai sarana untuk melihat perkembangan apa saja yang dilakukan oleh anak zaman milenial saat ini.

Karena media sosial dalam perubahan moral sangat cepat terbawa jika tidak ada bimbingan dari orang tua mengenai apa yang boleh diakses dan tidak. Bimbingan untuk berfikir sebelum mengutarakan pendapat di media sosial. Jangan sampai generasi milenial sekarang candu dan buta akan media sosial.

Candu disini diartikan segala kehidupan anak terarah pada media sosial dan tidak bersosialisasi dengan dunia nyatanya. Sedangkan buta dalam hal ini dimaknai buta dalam menggunakan sosial media dengan bijak. Seperti menyikapi berita-berita yang tersebar di media sosial dan mengunggah kembali tanpa melakukan klarifikasi sumber.