Mohon tunggu...
Satu Cinta
Satu Cinta Mohon Tunggu... (Semua Tulisan Sudah Disetujui Kontributor untuk Dimuat di Akun Solidaritas Ini)

Akun gotong-royong untuk menolong sesama tanpa bedakan SARA. Setiap klik dan share artikel-artikel di akun ini adalah bantuan Anda untuk calon penerima bantuan. Tertarik menyumbang artikel dengan tetap mencantumkan nama Anda sebagai penulis? Tidak ada ikatan harus menulis rutin sebagai kontributor. Kontak: arigita@mail.com (ingat: mail.com) FB: https://www.facebook.com/satu.cinta.790256 Twitter: https://twitter.com/satucin09545161 Calon penerima bantuan hasil K-Rewards dua bulan ke depan: seorang anak kurang mampu (data terverifikasi)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kisah Nyata, "Hantu Kembar" di Asramaku

29 Agustus 2019   15:42 Diperbarui: 29 Agustus 2019   23:40 0 6 3 Mohon Tunggu...
Kisah Nyata, "Hantu Kembar" di Asramaku
ilustrasi: sophieellistonphotography.wordpress.com

Semasa SMA, aku bersekolah di sebuah SMA berasrama di Jawa Tengah. Lingkungannya sejuk. Ada banyak pohon-pohon tua yang menjadi perindang di sekitarnya. Asrama kami dibangun sebelum perang kemerdekaan sehingga bangunannya sudah cukup tua.

Kami senang sekolah dan beraktivitas bersama di kompleks sekolah dan asrama nan sejuk itu. Fasilitas yang ada cukup lengkap, ada lapangan olahraga, laboratorium bahasa, aula untuk pentas seni, juga perpustakaan. Hmm...

Meski begitu, ada dua kisah horor di asrama yang selalu saya ingat. Dua kisah ini adalah kisah nyata yang saya ceritakan ulang dengan detail yang sedikit berbeda dari versi aslinya. Namun, saya jamin, kedua cerita horor ini benar-benar terjadi di asrama kami.

Kisah horor Aldo
Cerita seram pertama dialami kakak angkatanku. Sebut saja namanya Aldo.

Aldo termasuk pengguna rutin perpustakaan asrama. Maklumlah, ia memang suka membaca. Apalagi koleksi perpustakaan asrama lumayan lengkap. Tiap bulan ada buku baru, juga novel dan kumpulan cerpen yang digemari anak-anak SMA.

Suatu siang, Aldo asyik membaca buku di dalam perpustakaan yang memang bebas diakses semua siswa hingga sore hari. Begitu asyik hingga ia lupa waktu. Karena sudah sore dan perpustakaan juga sebentar lagi ditutup oleh petugas, Aldo bergegas membereskan buku-buku yang ia baca. Di saat membereskan buku itu, ia mendengar suara langkah kaki.

Ia menoleh ke arah suara langkah kaki itu. Ternyata temannya, sebut saja Dono. Dono diam saja, tak menyapanya. Karena tak disapa, Aldo juga diam saja. Ia mengira Dono sedang sibuk memikirkan sesuatu. Aldo pun keluar dari perpustakaan.

Setelah berjalan beberapa puluh meter di gang asrama yang menuju ke kamar-kamar tidur, Aldo berpapasan dengan beberapa teman seasrama. Aldo terkejut saat ia berpapasan dengan Dono, tak lama setelah Aldo keluar dari perpustakaan.

"Lho, Don...kamu di sini?" tanya Aldo.

"Iya, memang kenapa?" jawab Dono.

"Bukannya kamu tadi barusan masuk perpustakaan?" selidik Aldo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x