Mohon tunggu...
Gita
Gita Mohon Tunggu... -

-

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Penderita HIV/AIDS di Penajam Paser Utara Perlu Perhatian

28 Agustus 2019   04:09 Diperbarui: 28 Agustus 2019   04:17 52 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penderita HIV/AIDS di Penajam Paser Utara Perlu Perhatian
Foto Google Map dan pixabay.com

Di tengah hingar-bingar pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, ada satu isu yang tak boleh kita lupakan. Isu ini menyangkut minimnya akses pengobatan bagi penderita HIV/AIDS di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), salah satu daerah yang akan menjadi calon ibu kota baru Indonesia.

Data Resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU mengenai Penderita HIV/AIDS

Menurut pengelola program HIV/AIDS Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo (5/7/2018) pada tahun 2017 jumlah Orang yang Hidup dengan HIV/AIDS atau ODHA di Kabupaten Penajam Paser Utara atau PPU berjumlah 56 orang/ Hingga Juli 2018 ditemukan delapan ODHA baru sehingga total menjadi 64 orang. Dikabarkan bahwa satu ODHA telah meninggal dunia sehingga hingga Juli 2018 lalu, jumlah ODHA atau penderita HIV/AIDS di Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi 63 orang.

Jumlah ini diketahui setelah para penderita tersebut menjalani tes HIV/AIDS. Ada pula seorang penderita HIV/AIDS yang baru terdeteksi setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan kehamilan di Puskesmas setempat.

Ponco Waluyo menambahkan informasi bahwa jenis kelamin penderita HIV/AIDS dirinci sebagai berikut: laki-laki 32 orang dan perempuan 32 orang. Pekerjaan penderita HIV/AIDS di Penajam Paser Utara amat bervariasi. Sebagian karyawan swasta, wiraswasta, ada pula yang adalah Ibu Rumah Tangga (IRT).

Ponco Waluyo merinci bahwa umumnya laki-laki penderita HIV/AIDS di Penajam Paser Utara terinfeksi akibat melakukan hubungan seksual. Jenis infeksi ini disebut infeksi menular seksual (IMS). Sementara itu, perempuan penderita HIV/AIDS di Penajam Paser Utara tertular melalui hubungan seks dengan suami yang sudah terinfeksi HIV/AIDS melalui IMS.

Penderita HIV/AIDS di Penajam Paser Utara Sulit Akses Pengobatan
Yang membuat kita prihatin, sampai saat ini RSUD Kabupaten Penajam Paser Utara atau PPU belum memiliki klinik Voluntary Conseling and Testing (VCT). Hal ini mengakibatkan para penderita HIV/AIDS sulit mendapatkan pengobatan karena harus VCT ke Rumah Sakit Tentara dan RSKD Balikpapan. Pengobatan di klinik VCT di Balikpapan memang gratis.

Akan tetapi, masalahnya, umumnya penderita HIV/AIDS di Penajam Paser Utara berasal dari golongan ekonomi lemah. Para penderita HIV/AIDS ini harus menanggung sendiri biaya transportasi ke kota Balikpapan. Belum lagi, sebagian penderita berdomisili di pelosok sehingga tidak mudah bagi mereka untuk mengakses transportasi umum dengan harga terjangkau.

Fenomena Gunung Es Penderita HIV/AIDS
Kita paham betul bahwa jumlah penderita HIV/AIDS jauh lebih besar dari jumlah penderita yang telah terdeteksi. Ini disebut fenomena gunung es. Yang tampak di permukaan hanyalah puncak gunung es. Yang belum tampak adalah badan gunung yang lebih besar dari puncak gunung.

Ponco Waluyu memprediksi sesuai perhitungan umum fenomena gunung es dimana satu orang penderita dapat menginfeksi 10 orang. Prediksinya, di Kabupaten Penajam Paser Utara terdeteksi 63 penderita maka terdapat dugaan penderita sebanyak 630 orang. Suatu jumlah yang cukup signifikan mengingat menurut data tahun 2018, jumlah penduduk Penajam Paser Utara adalah 159.386 jiwa.

Jika dugaan penderita HIV/AIDS tersebut kita kalkulasi, 0,39 atau hampir 0,4 persen penduduk Penajam Paser Utara diduga menderita HIV/AIDS. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x