Mohon tunggu...
Satu Cinta
Satu Cinta Mohon Tunggu... (Semua Tulisan Sudah Disetujui Kontributor untuk Dimuat di Akun Solidaritas Ini)

Akun gotong-royong untuk menolong sesama tanpa bedakan SARA. Setiap klik dan share artikel-artikel di akun ini adalah bantuan Anda untuk calon penerima bantuan. Tertarik menyumbang artikel dengan tetap mencantumkan nama Anda sebagai penulis? Tidak ada ikatan harus menulis rutin sebagai kontributor. Kontak: arigita@mail.com (ingat: mail.com) FB: https://www.facebook.com/satu.cinta.790256 Twitter: https://twitter.com/satucin09545161 Calon penerima bantuan hasil K-Rewards dua bulan ke depan: seorang anak kurang mampu (data terverifikasi)

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Kisah Nyata Untung Rugi Berbisnis dengan Saudara Sendiri

14 Agustus 2019   08:02 Diperbarui: 14 Agustus 2019   08:10 0 2 1 Mohon Tunggu...
Kisah Nyata Untung Rugi Berbisnis dengan Saudara Sendiri
pixabay

Penulis: Roselina Tjiptadinata (telah beri izin artikel ini dimuat di akun solidaritas "Satu Cinta")

Tina baru berkeluarga setahun yang lalu dan hingga sekarang  masih tinggal bersama keluarga suami. Di rumah yang sama, juga berkumpul adik-adik dan kakak suami yang juga sudah nikah. Sehingga tak dapat dielakkan lagi, suasana rumah menjadi ramai setiap hari. 

Tinggal bersama ada baik, ada buruknya. Kalau mau mandi harus bergiliran siapa yang dulu dan siapa yang belakangan. Tentu saja harus mau bertenggang-rasa, mandi secepatnya karena mengingat yang lain juga akan berangkat ke kantor atau ke sekolah dalam waktu yang hampir bersamaan.

Begitu juga ketika tiba waktu untuk makan malam, ada rasa tidak nyaman bila makan terlebih dulu, sementara yang lain belum tiba di rumah. Begitu juga, kalau pas ada acara yang perlu dihadiri, perlu memberitahukan pada mertua supaya tidak ditunggu waktu makan.

Walaupun hubungan dengan ibu dan ayah mertua tidak ada masalah dan begitu juga dengan anggota keluarga lainnya, namun kondisi seperti ini menyebabkan setiap orang dalam rumah merasa kebebasannya menjadi terbatas.

Ingin Beli Rumah

Tina sudah merundingkan dengan suaminya agar memprioritaskan untuk memiliki rumah sendiri. Walaupun rumah kecil dan sederhanya, setidaknya ada kebebasan pribadi dalam berumah tangga. 

Jika mau mandi dan sebagainya tidak harus ikut antrian setiap hari. Akan tetapi keinginan tersebut belum dapat dilaksanakan mengingat tabungan mereka masih jauh dari mencukupi. Bahkan untuk membeli rumah cicilan yang agak jauh dipinggiran kota.

Bertekad Mau Kerja Keras Membantu Suami

Salah satu jalan untuk dapat secepatnya mengumpulkan uang untuk mewujudkan impian mereka adalah berbisnis. Tina termotivasi oleh teman baiknya, yang sudah sukses dalam berbisnis pakaian jadi dan aksesoris wanita. Karena itu ia merundingkan rencananya kepada suami dan ternyata suami mendukung.

Karena memang tidak punya modal, maka suaminya mencairkan deposito yang jumlahnya tidak banyak, tapi cukup untuk dijadikan modal bisnis kecil kecilan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x