Mohon tunggu...
Maria Gita
Maria Gita Mohon Tunggu... hidup sekali harus berarti

Kontak: arigita@mail.com (ingat: mail.com)

Selanjutnya

Tutup

Teknologi Pilihan

PR Kabinet Jokowi, Desentralisasi Listrik Solusi "Mati Listrik" Massal

15 Agustus 2019   07:29 Diperbarui: 15 Agustus 2019   11:02 0 6 2 Mohon Tunggu...
PR Kabinet Jokowi, Desentralisasi Listrik Solusi "Mati Listrik" Massal
kabar-energi.com

Kita tentu masih ingat bahwa wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, dan Banten mengalami pemadaman listrik, Minggu, (4/8/2019). PLN mengatakan, pemadaman listrik ini disebabkan karena adanya gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500kV. 

Sistem kelistrikan di Jawa-Bali disalurkan oleh empat transmisi, dua transmisi di jalur utara dan dua transmisi lainnya berada di jalur selatan yang menghubungkan sistem kelistrikan barat dan timur. Idealnya, bila salah satu sirkuit terlepas di suatu jalur maka sirkuit di jalur lain akan menyokong pasokan listrik sehingga pemadaman tidak akan terjadi.

katadata.co.id
katadata.co.id

Matinya transmisi utara mengakibatkan PLN mengalihkan aliran ke satu sirkuit selatan, saat sirkuit lainnya sedang dalam pemeliharaan. Akibatnya terjadi kelebihan beban dan terjadi pelepasan aliran di wilayah barat. Akibatnya, terjadi blackout atau pemadaman listrik massal di Jabodetabek, Banten, sebagian Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah yang berlangsung lebih dari 10 jam.

Kerugian (Ekonomi) Luar Biasa

Listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi kita. Pemadaman listrik massal yang memengaruhi sebagian Pulau Jawa pada awal Agustus ini telah menyebabkan kerugian ekonomi luar biasa. 

Tercatat, empat MRT dan tujuh KRL terhenti di jalur rel. Tambah lagi, sistem layanan perbankan terganggu. Demikian pula dengan menurunnya mutu akses internet dan komunikasi. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai trilyunan rupiah karena luasnya sektor bisnis yang terdampak pemadaman listrik massal. PLN sendiri juga ikut dirugikan karena harus memberi ganti rugi kepada konsumen.

Indonesia Perlu Desentralisasi Listrik

Yang amat mengherankan, selama puluhan tahun Indonesia tidak juga mengembangkan sistem desentralisasi listrik. Sistem kelistrikan, misalnya di Pulau Jawa, terhubung dalam jaringan sentral yang saat mengalami gangguan, akan berdampak luas ke berbagai wilayah yang seharusnya dialiri listrik.

Solusi agar pemadaman listrik massal (blackout) tak terjadi lagi adalah desentralisasi sumber dan jaringan listrik sesuai potensi pembangkit listrik di masing-masing daerah.

Kebutuhan listrik di Jawa Barat, misalnya, bisa dipenuhi aneka pembangkit listrik yang sudah ada di Jawa Barat. Tercatat, antara lain, ada PLTB Kamojang, PLTB Gunung Salak, PLTG Alur Canang, dan PLTA Cirata di Propinsi Jawa Barat. 

Jika masih ada kekurangan, masih ada banyak alternatif potensi pembangkit listrik dengan memanfaatkan aliran sungai-sungai di Jawa Barat. Selain itu, terbukti masyarakat warga juga mampu menghasilkan listrik sendiri dengan memanfaatkan potensi pembangkit listrik lokal. Contoh nyata:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN