Mohon tunggu...
Satu Cinta
Satu Cinta Mohon Tunggu... (Semua Tulisan Sudah Disetujui Kontributor untuk Dimuat di Akun Solidaritas Ini)

Akun gotong-royong untuk menolong sesama tanpa bedakan SARA. Setiap klik dan share artikel-artikel di akun ini adalah bantuan Anda untuk calon penerima bantuan. Tertarik menyumbang artikel dengan tetap mencantumkan nama Anda sebagai penulis? Tidak ada ikatan harus menulis rutin sebagai kontributor. Kontak: arigita@mail.com (ingat: mail.com) FB: https://www.facebook.com/satu.cinta.790256 Twitter: https://twitter.com/satucin09545161 Calon penerima bantuan hasil K-Rewards dua bulan ke depan: seorang anak kurang mampu (data terverifikasi)

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Faisal Assegaf Benar, Menteri Susi Pernah Jadi "Buronan" Polisi

14 Agustus 2019   06:13 Diperbarui: 14 Agustus 2019   06:17 0 12 6 Mohon Tunggu...
Faisal Assegaf Benar, Menteri Susi Pernah Jadi "Buronan" Polisi
en.netralnews.com

Kiprah Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan amatlah positif. Di bawah kepemimpinan Susi, kapal-kapal asing pencuri ikan kini gentar melaksanakan aksi mereka di perairan Indonesia. 

Susi mengklaim, populasi ikan di lautan Indonesia meningkat tajam setelah kementerian yang ia pimpin berhasil menekan angka pencurian ikan. Semboyannya "tenggelamkan!" menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang ingin mencuri ikan di perairan Indonesia.

Ternyata tak semua pihak merasa senang dengan kinerja Susi Pudjiastuti. Tak hanya para oknum pencuri ikan dari luar negeri, ada juga segelintir tokoh dalam negeri yang tak suka dengan pencapaian Susi Pudjiastuti. Salah satu tokoh yang menyampaikan ketidaksukaannya pada Susi adalah seorang warganet bernama Faisal Assegaf

Faizal Assegaf yang adalah mantan tokoh sebuah gerakan yang diklaim berbasis agama tertentu kembali melontarkan serangan lewat cuitan Twitter kepada Menteri Susi Pudjiastuti. Sebelumnya, Faisal Assegaf juga telah mengkritik kinerja Susi yang dinilainya buruk.

"Jangan halangi Ahok @basuki_btp jadi menteri dengan dalih dia mantan napi. Wong Susi Pudjiastuti sebelum jadi menteri juga mantan buronan polisi, terlibat mencuri BBM bersubsidi. Makanya saya sebut dia 'Ratu Bajak Laut'. Mencuri bantuan BBM milik rakyat-rakyat kecil...," cuit @faizalassegaf, Minggu (11/8/2019).

Benarkah Susi Ratu Bajak Laut Pencuri BBM Rakyat?

Susi tak tinggal diam. Ia menjawab tuduhan Faisal Assegaf itu dengan berita Tempo.co lima tahun silam. "Makanya BACA lengkap sampai dengan selesai!!!! Sebelum menghujat orang sembarangan!!!!," tulis Susi di akun Twitternya @susipudjiastuti sambil mengunggah berita Tempo.co pada 11 Agustus 2019.

Berita tersebut berjudul "Menteri Susi Ternyata Pernah Jadi Buronan Polisi". Tempo menayangkan berita itu pada 11 November 2014. Susi memang pernah menjadi buronan aparat kepolisian resor di Sumatera Utara karena Susi membawa 5 ton solar bersubsidi dari Medan ke Simeuleu, Aceh.

Susi Pudjiastuti saat itu tidak bermaksud menyelundupkan solar bersubsidi. Susi yang waktu itu menjabat sebagai direktur Susi Air memberikan solar untuk nelayan di Simeuleu, daerah dimana solar sulit didapatkan. Selain untuk nelayan, Susi mengatakan solar tersebut digunakan untuk menyalakan generator listrik.

Susi justru membongkar praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh oknum aparatur negara. Menurut Susi, BBM bersubsidi justru sering diselewengkan untuk dijual pada kapal-kapal asing. "Bahkan ada kapal dinas pemerintah yang menjual solarnya di tengah laut, makanya jarang berpatroli," ujar Susi.

Bertolak dari keterangan Susi, benar bahwa ia pernah menjadi buron polisi. Namun, tidak benar bahwa ia mencuri BBM bersubsidi pada peristiwa lima tahun lalu. Yang terjadi justru sebaliknya, Susi berusaha memastikan BBM bersubsidi diterima kalangan yang berhak menerimanya, yakni rakyat kecil, bukan kapal-kapal asing.

Karena niat baik Susi itu, polisi tidak melanjutkan proses hukum atas dugaan penyelundupan BBM. Hingga saat ini, Susi tercatat bersih dari segala bentuk cela di mata hukum yang berlaku di Indonesia. 

Justru cuitan Faisal Assegaf memuat hoaks. Kemungkinan besar, si pencuit hanya mengandalkan judul berita saja tanpa memeriksa isi utuh berita yang berjudul "Menteri Susi Ternyata Pernah Jadi Buronan Polisi", lantas menggunakan judul berita itu untuk membenarkan tuduhannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x