Mohon tunggu...
Arif Rahman
Arif Rahman Mohon Tunggu... Wiraswasta - instagram : @studywithariffamily

Bekerja untuk program Educational Life. Penelitian saya selama beberapa tahun terakhir berpusat pada teknologi dan bisnis skala kecil. Creator Inc (Bentang Pustaka) dan Make Your Story Matter (Gramedia Pustaka) adalah buku yang mengupas soal marketing dan karir di era sekarang.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

UN dan Menakar Rancangan Ideal Kurikulum Pendidikan di Indonesia

13 Desember 2019   10:43 Diperbarui: 13 Desember 2019   16:31 786
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA 1 Padang, Sumatera Barat, Senin (1/4/2019). Foto: ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRA

2. Kurikulum berbasis modul (moving class)
Di Indonesia, kita mengenal matrikulasi umumnya hanya saat hendak kuliah di jenjang S2. Program ini berguna untuk memberikan gambaran akan perkuliahan di jenjang magister, karena pada banyak kondisi, ada mahasiswa yang berlatar pendidikan S1 hukum, namun memutuskan mengambil jurusan S2 Ekonomi. 

Program matrikulasi adalah proses "adjustment" agar mahasiswa memiliki gambaran secara garis besar terkait dengan ilmu ekonomi yang akan ditempuhnya selama kuliah.

Alasan kedua, matrikulasi digunakan untuk mengukur sejauh mana siswa tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan yang sesuai dengan bidang ilmu yang akan ditempuhnya. Matrikulasi menjadi alat ukur kemampuan siswa, karena landasan berpikirnya, seseorang tidak bisa belajar segalanya, tidak bisa menguasai segalanya.

Sementara di Finlandia, matrikulasi sudah diperkenalkan sejak level sekolah, jauh sebelum siswa kuliah. Sehingga sejak dini, siswa sudah terlihat minat dan keterampilannya di bidang apa. 

Nantinya akan ada sistem kelas berpindah. Siswa mengambil mata pelajaran yang sesuai dengan bidang keilmuan yang mereka minati. Jadi tidak seperti di Indonesia, di mana kita belajar begitu banyak bidang ilmu secara bersamaan, dituntut untuk bisa di semua mata pelajaran, kemudian dites semua, seolah kita adalah mahluk yang bisa menguasai segalanya.

Sejauh ini di Indonesia, penjurusan baru dilakukan selepas SMP bagi mereka yang hendak meneruskan ke jenjang SMK, karena memang kejuruan. Namun di SMU, mereka baru ada pembagian konsentrasi ke IPA atau IPS. Padahal, penjurusan ini idealnya sudah diterapkan sejak kelas 4 SD.

3. Enggak perlu tinggal kelas
Tinggal kelas itu mahal, tidak efisien dan ternyata, tidak pula menjadi solusi bagi siswa yang tidak naik kelas. Apalagi jika tidak naik kelas semata gagal di satu mata pelajaran, kenapa yang diulang harus semua?

Dampak dari kembali ke kelas yang sama dengan siswa yang lebih muda, justru meruntuhkan moral siswa, dan jarang memberi jalan pada perbaikan akademisnya. Maka ide membuat siswa tidak naik kelas cuma jadi lingkaran setan saja.

4. Enggak perlu ada PR
Para pendidik di Finlandia, tidak percaya bahwa mengerjakan PR menjamin proses belajar menjadi lebih baik, mengerjakan latihan berulang-ulang (drill) tidak memberikan nilai tambah. Ini alasan kenapa siswa di Finlandia, tidak mengikuti privat atau tutorial tambahan selain di sekolah.

5. On The Job Training
Seperenam pelatihan, diberikan dalam bentuk On The Job Learning atau magang, works experience yang merupakan bagian integral dari kurikulum untuk SMK. Hal penting yang juga sebaiknya diterapkan di Indonesia secara terstruktur dan masif.

Sebagai tenaga pengajar, saya pribadi merasakan bagaimana sulitnya mengajar dalam satu kelas dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Ketika kita memberikan materi A, maka siswa yang menyukai mata pelajaran materi A secara sigap mampu mengimbanginya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun