Mohon tunggu...
Bledhek
Bledhek Mohon Tunggu... Operator - ____________

Pengkhayal LEPAS

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Tragedi Lomba!

8 November 2021   22:10 Diperbarui: 8 November 2021   22:18 317
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Langkah kakinya terus saja melaju. Seakan tak pernah lelah.

"Apa yang kau cari anak muda?"

Ia hanya tertawa. Lebih baik melangkah dari pada tidak sama sekali. Begitu pikirnya. Mungkin!?

Orang tak akan akan tahu, jika tak diberitahu. Orang juga tak akan mengerti jika tak dijelaskan. Selebihnya hanya praduga, sakwasangka, dan kecurigaan saja.

Ia tak peduli pada sekelilingnya. Ia tak peduli semua orang mencibirnya. Yang penting tidak merugikan orang lain saja.

Begitulah pelajaran berharga dari mendiang ibunya.

"Nak, nanti jika kamu sudah besar jangan pernah membuka telinga lebar-lebar. Buka secukupnya saja."

Hanya pesan pendek itulah yang masih mengiang  dalam benaknya. Dengan begitu hatinya jadi lapang.

Kata orang tak ada jalan yang tak berliku. Kadang turun, ladang menanjak. Sekali waktu akan terjatuh. Permainan hidup! Begitulah kodrat yang harus dilalui.

Setelah itu! Tepuk tangan bergema. Namanya dipanggil dari atas podium dengan serentet gelar kejuaraan. Sampai-sampai ada yang nyeletuk, "Selalu namanya! Apa hebatnya sih!?"

Ia yang terbaik, ia yang terpopuler, ia yang... Dan seterusnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun