Mohon tunggu...
Bledh
Bledh Mohon Tunggu... Back to

__________

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hari yang Suram

24 Agustus 2020   09:24 Diperbarui: 24 Agustus 2020   09:27 59 15 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hari yang Suram
semangat semut - blogger semangat semut: hari-hari suram

Hari Yang Suram


masih saja
pagi datang tak seperti biasa
sinarnya menerobos masuk menelanjangi sukma
setiap kali jendela terbuka
malu ketika hangatnya menyapa
gaji setiap bulan tetap diterima
diam dalam rumah meluruskan rangka
daging tumbuh subur kala tak bekerja
terbatas daya upaya
sambil menutup muka
mengenang kelas yang riuh
ceria dalam kebersamaan memeras peluh
corona datang membunuh
kesibukan yang telah dipersiapkan sejak subuh
luruh

kelas maya hadir melakukan pergantian
aku meraba dalam kebutaan
hanya mencium wangi makanan
sarapan pagi tak mengenyangkan
hidangan mewah sangat mahal disuguhkan
jadi tangis orangtua dalam keterbatasan
sungguh mencekik leher ketika ditelan

dari tanah lapang gersang
aku terpaku
di antara deretan bangku
dari gelas kopi satu
ke gelas kopi lainnya
sambil membuka mata
memasang telinga
burung belakukan berkicau tentang pembenahan
tak lelah mencari kesempurnaan
sementara deretan angkaangka menampar muka
prestasi anakanak jatuh tertimpatimpa
seberat batu di lempar ke udara
apa yang harus dilakukan sebaiknya?

ruang di sebelahku
burung hantu berkacamata menimangnimang lembaran putih berdebu
menyanyikan senandung sendu
minta ditemani menyapunyapu

gerimis hujan, langit yang kelam
penapena besar yang kesepian, pemandangan suram
kemarin lusa hingga beberapa bulan ke depan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x