Mohon tunggu...
A. Pangerans
A. Pangerans Mohon Tunggu... Belajar menulis

Menulis untuk rekreasi

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

"Self Healing Diseases" dari Corona, Benarkah "Physical Distancing" Bikin Stres?

27 Maret 2020   10:09 Diperbarui: 27 Maret 2020   10:42 344 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Self Healing Diseases" dari Corona, Benarkah "Physical Distancing" Bikin Stres?
Dok. Liputan6.com

"Self Healing Diseases" dari Corona, Benarkah Physical Distancing Bikin Stres?

Memang benar ya, tinggal di rumah bisa membuat stres? Terus istilah "Baiti Jannati" hilang ke mana?

Sepertinya tak ada hubungan sama sekali antara "self healing diseases" dengan stres karena tinggal lama dalam rumah.

"Self healing diseases" disampaikan oleh Detri Warmanto menjelaskan, virus Corona bisa hilang dengan sendirinya bila kondisi badan badan atau imun tubuh baik. Namun beda halnya bila virus tersebut menyerang lansia atau penderita penyakit tertentu.

"Jadi virus ini mati dengan sendirinya, self healing diseases, tapi dengan kondisi imun tubuh yang bagus. Makanya banyak orang yang dapat info data meninggal atau kronis karena orang itu sudah membawa penyakit bawaan," katanya. (Liputan6.com, 24/3/2020)

Istilah "self healing diseases" setelah saya baca dari pijarpsikologi.org, menjelaskan bahwa Self healing adalah sebuah proses untuk menyembuhkan diri dari luka batin. Metode ini dilakukan saat seseorang menyimpan luka batin yang mengganggu emosinya. Self-healing berguna untuk menyelesaikan unfinished bussines yang berakibat pada kelelahan emosi seseorang.

Sementara terkait isolasi seseorang karena telah terindikasi positif corona memang menjadikan stres tak terkira. Bayangkan saja, ketika biasanya bisa berinteraksi secera bebas dengan orang-orang terdekat kemudian mengisolasi diri. Menjauhi anggota keluarga. Peralatan yang digunakan tak boleh digunakan bersama-sama.

Berarti stres yang dihadapi tak berkaitan dengan tinggal lama di rumah. Stres karena telah mengidap virus corona itulah sebenarnya permasalahan utama. Kekhawatiran akan efek buruk yang diakibatkan karena telah memiliki sejarah penyakit bawaan memang sangat rentan kian parah. Dan yang terburuk berupa kematian.

Perasaan nyaman dipercaya mampu mengembalikan imunitas tubuh. Apalagi jika diselingi dengan konsumsi vitamin yang mampu menanbah daya imunitas tubuh.

Melakukan tindakan yang bermanfaat dan menggembirakan juga salah satu "self healing diseases" pada perasaan kita.

Jauh sebelum istilah "self healing diseases" jadi pembahasan pada pakar psikologi, Islam telah mengajarkan tentang "muhasabah diri" bagi pemeluk Islam.

Mensyukuri apa yang masih tersisa, menerima kondisi penyakit yang menimpa menjadikan perasaan stres lenyap dari dalam hatinya.

Bagaimana contoh dalam kitab Al Quran menjelaskan, Nabi Ayub yang bertahun-tahun menderita penyakit tak membuatnya bersedih hati. Kesabaran yang luar biasa akhirnya penyakit menjauh. Dan Nabi Ayub sembuh seperti sediakala. Dan cerita Nabi Ayub bukan dongeng.

Kalau kemudian physical distancing dianggap mampu menjadikan seseorang bisa stres ketika berada dalam rumah, padahal rumah diciptakan untuk membuat aman dan nyaman penghuninya.

Pasti ada yang salah tentang pengertian rumah, baiti jannati harusnya memang meresap dalam pikiran kita. Se jelek apa pun rumah yang dimiliki pasti akan dianggap tempat paling nyaman oleh penghuninya.

Jika ada perasaan tak betah berada di rumah, bukan karena interior dan bangunan yang ada. Barangkali sosial komunikasi antar orang yang ada dalam rumah itulah penyebabnya. Pemicu stres sebenarnya terjadi dalam interaksi yang kurang harmonis.

Jangankan mereka yang telah positif corona, orang sehat saja jika stres peluang penyakit datang akan lebih besar dibanding mereka tidak.

Jadi bagi penderita positif corona, mereka butuh suport posotof dari seluruh anggota keluarga. Orang-orang terdekat yang mampu membangkitkan percaya diri, bahwa virus corona yang ada dalam tubuhnya akan hilang apabila mengkonsumsi makanan yang bergizi, cukup istirahat, dan tidak stres.

"Self healing diseases" memang tetap menjadi sarana instrospeksi diri bagi pasien posotif corona demi menghindari stres. Kemudian "Physical Distancing" dipergunakan untuk mencegah anggota keluarga tertular.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x