Mohon tunggu...
Arif Muhammad
Arif Muhammad Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

Menulislah untuk keabadian

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Cerdas Berperilaku di Dalam Ketidakpastian: Beda Orang Beda Perilakunya

30 Juni 2020   22:59 Diperbarui: 30 Juni 2020   23:08 140
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kebijakan Makroprudensial Aman Terjaga menjadi prioritas Bank Indonesia saat ini untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Lantas, bagaimana kita sebagai individu ambil bagian dalam hal ini?

Kita sebagai seorang individu adalah aktor ekonomi dalam suatu sistem ekonomi besar yang tengah berjalan. Apa yang kita lakukan akan memiliki dampak baik secara langsung ataupun tidak.

Oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami dan menyadari bahwa kita adalah aktor ekonomi yang memiliki andil di dalam menjaga stabilitias sistem ekonomi. Salah satu upaya yang kita bisa lakukan adalah dengan cerdas berperilaku di dalam situasi ketidakpastian seperti sekarang ini, seperti yang disinggung sebelumnya.

Sebenarnya banyak sekali tips bagaimana cerdas berperilaku baik sebagai konsumen, produsen (UMKM) maupun investor di tengah pandemi Covid-19. Tentu apabila dibaca tips-tips tersebut sangat jelas dan mudah diikuti step by step oleh orang awam sekalipun.

Namun terkadang, sebagian masih belum menyadari mengenai bagaimana seseorang bisa melakukan tips-tips tersebut dengan baik, namun sebagian yang lain tidak. Mengapa?

Sejatinya perilaku adalah suatu manifestasi dari kondisi kejiwaan seseorang yang nampak secara kongkret. Apabila hendak menilik bagaimana kondisi kejiwaan seseorang, bolehlah melakukan pengamatan terhadap perilaku-perilakunya yang muncul.

Dari perilaku yang diamati, bisa memperoleh informasi bagaimana seorang individu. Tentu akan berbeda bukan perilaku orang yang sehat secara mental dengan mereka yang tidak?

Begitu pun dalam cerdas berperilaku di tengah ketidakpastian. Kita dapat melihat sebagian orang melakukan panic buying bahkan menimbun produk tertentu. Bagi dirinya, hal itu merupakan perilaku yang tepat dan dianggap pilihan cerdas, karena menurutnya hal itu menguntungkannya.

Namun tidak bagi kita yang mengetahui konsekuensi akan perilaku tersebut. Sehingga kita akan pikir-pikir untuk menyatakan bahwa itu salah satu wujud cerdas berperilaku.

Contoh lain, orang cenderung melakukan pembayaran dengan memanfaatkan menu pay later. Menurut dia itu adalah pilihan terbaik. Namun belum tentu bagi kita yang berpikir bahwa itu hanya menunda kewajiban dan tetap akan menjadi beban ke depannya. Bahkan bisa berpotensi masalah.

Sehingga dapat dipahami bahwa selain cerdas berperilaku tidak serta merta mudah untuk dibuatkan suatu standar baku dan tidak melulu menguntungkan kita secara pribadi, namun cerdas berperilaku bersifat personal dan unik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun