Mohon tunggu...
Arifin Indra Sulistyanto
Arifin Indra Sulistyanto Mohon Tunggu... Konsultan - Pemerhati * Narasumber * Konsultan * Advisor * Assessor * Ilustrator

Telah belajar dan mengalami, terus belajar untuk mengerti dan memberi, ijinkan hamba berbagi literasi , menanti hingga datangnya senja hari. Menulis ibarat melukis kata dengan kuas, media kertas bagai kanvas, fiksi adalah warna bebas. Hitam dan putih adalah fakta dengan batas tegas.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menulis dengan Pola Induktif dan Deduktif

27 Mei 2022   21:10 Diperbarui: 1 Juni 2022   19:29 489
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi oleh Arifin

Oleh Arifin Indra

Pertanyaan :

Apa beda pola induktif vs. deduktif ?

Bagaimana pola induktif dan deduktif dalam tulisan dan lisan?

Pola Induktif.

Cara berpikir pola induktif adalah bottom-up

Ketika kita menulis sebuah paragraf pola induktif, dengan ciri susunan berikut :

Kalimat pendukung atau alasan 1

Kalimat pendukung atau alasan 2

Kalimat pendukung atau alasan 3

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun