Mohon tunggu...
Arifin BeHa
Arifin BeHa Mohon Tunggu... Wartawan senior tinggal di Surabaya

Wartawan senior tinggal di Surabaya. Dan penulis buku.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Untuk Pak Jakob Oetama, Kepala Ikan Tanpa Santan

27 September 2017   02:50 Diperbarui: 27 September 2017   08:23 0 3 0 Mohon Tunggu...
Untuk Pak Jakob Oetama, Kepala Ikan Tanpa Santan
Pendiri Harian Kompas, Jakob Oetama. Kompas.com

Pak Jakob selamat, ya. Semoga sehat selalu. 27-9-2014

H. Tahar

Ini kepala ikan saos tomat tanpa santan & cabe

Pengunjung menikmati Pameran MediaArt dalam rangka Ulang Tahun ke-84 Jakob Oetama di lobi Kompas Gramedia 2015 (Dok.Pribadi)
Pengunjung menikmati Pameran MediaArt dalam rangka Ulang Tahun ke-84 Jakob Oetama di lobi Kompas Gramedia 2015 (Dok.Pribadi)
Tulisan di atas secarik kertas blok note ini adalah ucapan selamat ulang tahun dari Pemimpin Umum Harian Pos Kota, H. Tahar yang ditujukan kepada sahabatnya, Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama yang tengah merayakan ulang tahun ke-83 ( Sabtu 27/9/2014).

Bersama dengan ucapan tertulis H. Tahar mengirim hadiah berupa masakan kepala ikan. Racikan RM Pagi Sore di Jl. Krekot Bunder --Pasar Baru itu sekitar pukul 09.30 WIB meluncur melalui jasa kurir ojek ke rumah Jakob Oetama di Jl. Sriwijaya --Kebayoran, Jakarta. Tukang ojek berkumis yang sehari-hari mangkal di antara puluhan bemo roda tiga itu sudah hafal sebab sering mendapat amanat mengirim hal serupa.

Begitulah salah satu gaya unik silaturahim para "manusia setengah dewa" alias owner surat kabar beken di jagad Indonesia. Mereka, para jurnalis senior punya hubungan erat, saling berkunjung dan mengunjungi. Meskipun tidak harus seringkali berjumpa, namun ada banyak macam agenda menjalin hubungan baik. Satu sama lain punya cara tersendiri mengikat persahabatan.

Jakob Oetama setiap pulang dari luar negeri selalu membawakan cerutu terbaik untuk dihadiahkan kepada H. Tahar dan H. Harmoko. Bagi Jakob Oetama dua nama tersebut tidak asing. H. Tahar berkawan dengan Jakob Oetama sejak sama-sama aktif menjadi "Seniman Senen". Sedangkan Jakob Oetama dan Harmoko memang seiring sejalan di kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia. Bahkan Jakob Oetama dan Harmoko bersama dengan Jusuf Wanandi, Muhammad Chudori, Eric Samola, Fikri Jufri, Goenawan Mohamad, H. G. Rorimpandey, inisiator berdirinya Jakarta Post, harian nasional Indonesia berbahasa Inggris.

Bingkisan ulang tahun untuk Jakob Oetama dari H. Tahar berupa kepala ikan saos tomat tanpa santan (Dok.Pribadi)
Bingkisan ulang tahun untuk Jakob Oetama dari H. Tahar berupa kepala ikan saos tomat tanpa santan (Dok.Pribadi)
Jakob Oetama -lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931. Pada tahun 1963 mendirikan surat kabar Kompas bersama rekannya PK Ojong (wafat 1980) merupakan Presiden Direktur Kompas Gramedia, dan Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia. Tahun 1973 Jakob mendapat Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia, dan pada tahun 2013 dia menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. UGM menilai Jakob Oetama sejak tahun 1965 berhasil mengembangkan wawasan dan karya jurnalisme bernuansa sejuk, yaitu "kultur jurnalisme yang khas".

Sementara itu Harmoko dan H. Tahar bersama para mitranya -- Jahja Surjawinata, S. Abiyasa dan Pansa Tampubolon, tahun 1970 mendirikan Harian Pos Kota Jakarta. H. Tahar lebih banyak di dalam mengurusi bisnis di Pos Kota Grup, sedangkan Harmoko menyukai urusan di luar Pos Kota, sehingga sempat menjadi Menteri Penerangan selama 3 periode (1983-1998).

Hubungan antara Jakob Oetama dengan Harmoko dan H. Tahar cukup erat. Dalam beberapa kesempatan mereka saling bertemu di "Resto Pulau Dua" -Komplek Taman Ria Senayan, tidak jauh dari Gedung DPR/MPR Jakarta. Kedekatan mereka semakin nyata manakala pada tahun 1989 dua grup media tersebut menjalin kongsi menerbitkan surat kabar di Surabaya, namanya Harian Surya.

'Bijaksini'

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x