Mohon tunggu...
arif gumantia
arif gumantia Mohon Tunggu... Ketua Majelis Sastra Madiun

Ketua Majelis Sastra Madiun, Gusdurian Madiun, Rumah cerdas matematika Delta Madiun.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Habitus dan Kelas Sosial

24 Agustus 2019   15:35 Diperbarui: 24 Agustus 2019   15:46 2213 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Habitus dan Kelas Sosial
sumber: picdeer.com

Menurut Pierre Bourdieu (1977: 72) habitus adalah:

 Sistem disposisi yang bertahan lama dan bisa dialihpindahkan (transposable), struktur yang distrukturkan yang diasumsikan berfungsi sebagai penstruktur struktur-struktur (structured structures predisposed to function as structuring structures), yaitu sebagai prinsip-prinsip yang melahirkan dan mengorganisasikan praktik-praktik dan representasi-representasi yang bisa diadaptasikan secara objektif kepada hasil-hasilnya tanpa mengandaikan suatu upaya sadar mencapai tujuan-tujuan tertentu atau penguasaan cepat atas cara dan operasi yang diperlukan untuk mencapainya. 

Karena sifatnya 'teratur' dan 'berkala' secara objektif, tapi bukan produk kepatuhan terhadap aturan-aturan, prinsip-prinsip ini bisa disatupadukan secara kolektif tanpa harus menjadi produk tindakan pengorganisasian seorang pelaku.

Jadi, habitus adalah kerangka penafsiran untuk memahami dan menilai realitas dan penghasil praktik-praktik kehidupan yang sesuai dengan struktur-struktur objektif. Habitus menjadi dasar kepribadian individu (Haryatmoko, 2016: 41). Dengan demikian habitus adalah pandangan hidup (word view), nilai-nilai, gaya, dan sebagainya.

Menurut Randal Johnson (1993: 5), habitus merupakan hasil dari proses panjang pencekokan individu (process of inculcation) dimulai sejak masa kanak-kanak sehingga menjadi semacam 'pengindraan kedua' (second sense) atau hakikat alamiah kedua (second nature).

Untuk lebih sederhana dan mudah memahami habitus berikut ini pengertian habitus dan contoh proses terjadinya habitus. Awal dan dasarnya, Bourdieu merumuskan konsep habitus sebagai analisis sosiologis dan filsafati atas perilaku manusia. 

Dengan demikian, habitus adalah nilai-nilai sosial yang dihayati oleh manusia, dan tercipta melalui proses sosialisasi nilai-nilai yang berlangsung lama sehingga mengendap menjadi cara berpikir dan pola perilaku yang menetap di dalam diri manusia. 

Habitus seseorang yang  kuat akan mempengaruhi tubuh fisiknya. Habitus yang sudah begitu kuat tertanam serta mengendap menjadi perilaku fisik disebut sebagai hexis. Contoh proses terjadinya habitus sebagai berikut.

Saya adalah seorang dosen filsafat politik dan filsafat sains. Sejak kecil, saya terbiasa membaca buku. Ayah saya bekerja di toko buku, dan sering membawakan buku komik, novel, koran, serta majalah terbaru untuk saya. Dunia bacaan adalah dunia yang telah akrab di mata saya, sejak saya kecil.

Sewaktu SMU, saya tinggal di asrama. Di waktu-waktu kosong karena tidak banyak hiburan, saya mulai membaca buku yang tebal-tebal. Akhirnya, kegiatan membaca pun menjadi suatu kebutuhan yang amat penting untuk saya. Saya seolah tidak bisa hidup, tanpa membaca.

Sewaktu kuliah, saya diminta banyak menulis paper ilmiah. Saya pun mulai belajar menulis, dan menyukai kegiatan itu. Di sisi lain, saya juga banyak ikut kelompok diskusi di kampus. Kegiatan itu merangsang saya untuk berani berpendapat, berargumen, dan mendengarkan pemikiran orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x