Mohon tunggu...
Arif Fauzan Amrullah
Arif Fauzan Amrullah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi S-1 Universitas Ahmad Dahlan

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi S-1 Universitas Ahmad Dahlan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Jika Jerome Polin Menjadi Menteri Pendidikan Indonesia di Masa Depan

25 Juli 2021   14:20 Diperbarui: 4 Februari 2022   13:33 1510
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Surabaya-Liputan6.com

Dengan minat yang banyak, maka akan muncul persaingan yang ketat dan membuat para murid di Indonesia belajar dengan sungguh-sungguh. 

Semakin banyak murid yang mau mengikuti lomba, semakin banyak juga murid yang mau belajar sehingga kemampuan para murid di Indonesia bisa meningkat dan membuat Indonesia tidak kalah dari negara lain. 

Lalu, Jerome mengatakan bahwa jika dapat berkontribusi untuk pendidikan Indonesia, Jerome akan memperbesar gengsi dan minat para murid untuk mengikuti lomba pelajaran di Indonesia.

Setelah mendapatkan program beasiswa full studi ke Jepang dari perusahaan Mitsui Bussan dan diterima di Universitas Waseda program studi Matematika Terapan, Jerome bertanya kepada teman kampusnya tentang jam masuk sekolah di Jepang. 

Ternyata masuk sekolah di Jepang biasanya sekitar jam 9-9:30 pagi sampai jam 15-15:30 sore. Berbeda dengan yang pernah Jerome alami, pada saat masih sekolah di Indonesia, biasanya Jerome masuk sekolah jam 6:30 pagi sampai jam 15-15:30 sore. Ini pun juga membuat teman-temannya terkejut mendengar hal itu.

Menurut Jerome, durasi belajar murid di sekolah terlalu lama, yaitu sekitar 7-8 jam. Hal ini menimbulkan dua hal, yang pertama murid merasa lelah. 

Jika murid sudah merasa lelah untuk belajar, mau bagaimanapun tidak bisa menyerap materi pelajaran dengan efektif. Hal ini juga bisa menghilangkan niatan murid untuk mempelajari ulang materi yang sudah dipelajari di sekolah karena mereka merasa kelelahan belajar di sekolah terlalu lama. Jika hal yang pertama ini terjadi pada murid, maka akan menimbulkan hal yang kedua, yaitu mereka merasa tidak suka sama sekolah. 

Sekolah bukan lagi tempat untuk belajar, malah menjadi tempat yang ditakuti oleh murid. Oleh karena itu, suasana belajar di lingkungan sekolah kurang mendorong kegairahan para murid dalam kegiatan belajar mengajar. 

Lalu, Jerome mengatakan bahwa jika bisa berkontribusi untuk pendidikan Indonesia, Jerome akan mempersingkat durasi jam belajar murid di sekolah dibarengi dengan menanamkan kesadaran para murid untuk dapat menggunakan waktu dengan baik dan efektif misalnya mereka harus rajin literasi, mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah, dan lain-lain. 

Diharapkan murid dapat mengatur waktu dengan baik dan menikmati belajar. Belajar tidak lagi menjadi sesuatu yang membebankan, tetapi akan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Selanjutnya adalah gaji guru di Indonesia. Menurut Jerome, gaji guru di Indonesia tergolong rendah karena mamanya pernah menjadi guru honorer dan mengajar bahasa inggris. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun