ari fattah
ari fattah

Reading will feed our mind up and writing will burn you out

Selanjutnya

Tutup

Musik Pilihan

Via Vallen, Pantaskah Nyanyi di Asian Games 2018?

5 Agustus 2018   13:37 Diperbarui: 5 Agustus 2018   23:08 1422 0 2

Dangdut is the music of my country, lalu mengapa penyanyi dangdut Via Vallen dipertanyakan ketika membawakan lagu tema Asian Games 2018?

Banyak yang mencibir Via Vallen dianggap kurang pantas membawakan theme song event  olahraga empat tahunan terbesar di Asia itu. Banyak yang membandingkan dengan Agnez Monica dimana lebih international hits dan nge-pop. 

Bullying warganet mengalir deras ditujukan pada dara asli kota Sidoarjo ini. Jadi ada logika, ini kan acara Internasional, jadi untuk yang mewakili Indonesia harus artis internasional juga dong. Well, ga ada salahnya juga kalau pun Agnes Monica yang jadi. Tapi muncul stereotip bahwa dangdut, tepatnya artis dangdut, kurang pantas mewakili Indonesia di Asian Games ke 18 kali ini.

Ga fair juga, hanya karena genre dangdut yang lebih populer di masyarakat menengah ke bawah akhirnya dinilai tak layak. Via Vallen yang sedang naik daun karena lagu "Sayang", didapuk sebagai penyanyi dangdut yang berkesempatan membawakan official theme song Asian Games 18th.  Lagu yang bertajuk "Meraih Bintang" saat tulisan ini dibuat, telah meraih 17 juta viewer di YouTube.

Dibeberapa kesempatan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, juga ketua INASCOG Erick Tohir menjelaskan bahwa penunjukan Via bukan tanpa alasan. Pemilihan tersebut sudah berdasarkan riset bersama Persatuan Radio Indonesia,  memilih lagu yang mudah diingat serta genre yang populer di Indonesia. Selain itu, momen Asian Games ini bukan hanya perhelatan kompetisi olahraga, tetapi juga event promosi budaya.

Semestinya kita sebagai masyarakat Indonesia harus bangga, genre Dangdut yang khas budaya Indonesia juga terhadap penyanyinya. Saat ini juga menjadi momentum untuk  meng-internasionalisasi-kan Genre Dangdut. Mewakili Indonesia dalam penyelenggaraan Asian Games  2018 Jakarta-Palembang.

Identitas nasional terhadap apa yang disebut nasionalisme memiliki ikatan yang erat. Kekuatan yang dapat menyatukan masyarakat-bangsa untuk memperjuangkan identitas nasional mereka. Dalam bentuk nyata, Nasionalisme bukan hanya bicara tentang batas geografis namun juga mencakup karakteristik khusus yang menjadi jati diri bangsa seperti kebudayaan.

Uniknya, pada era modern sekarang ini budaya menjadi alat politik suatu negara untuk mengukuhkan eksistensi nya dalam ranah global. Contoh paling sempurna dapat kita jumpai pada K-Pop kultur yang diinisiasi Pemerintah Korea Selatan. 

Korean wave berangsur mempengaruhi banyak negara, bukan hanya di Asia namun juga seluruh dunia. Pemerintah Korsel mendukung industri musik K-Pop secara konkret dengan menciptakan ekosistem kreatif seperti, menjadikan distrik Gangnam di Seoul sebagai basis produksi musik K-Pop itu sendiri. Melalui pop culture dengan tarian serta musik elektronik yang familiar atau digemari dunia internasional.

Pemerintah Indonesia selama ini terlalu terpaku pada musik tradisional, gamelan, angklung dan sejenisnya dalam melakukan diplomasi kebudayaan nya. Nah, agaknya pemerintah mulai dewasa menyikapi perubahan global bahwa butuh lebih dari sekedar nada ritmis yang eksotis saja untuk memperkenalkan pada dunia dengan kekayaan budaya yang kita miliki.

Dangdut, adalah genre musik yang awal kali populer di Indonesia tahun 50-an. Genre ini menggabungkan orkes gambus, irama Melayu dan musik India yang sangat dikenal terutama di kalangan bawah. Pada tahun 80-an, perkembangan perkotaan Jakarta turut andil perkembangan dangdut yang pada saat itu vis-a-vis dengan genre rock yang dikenalkan oleh barat.

Rhoma Irama adalah figur sentral dalam mengangkat Dangdut, to the next step of music revolution in Indonesia. Dengan lirik yang dekat serta dramatisasi realitas masyarakat urban pada saat itu. Harmonisasi nada yang indah membuat dangdut menjadi primadona.

Sempat disetarakan dengan musik Jazz dan Keroncong, genre Dangdut sangat berpotensi untuk menjadi delegasi dalam diplomasi kebudayaan, khususnya pada momentum Asian Games ini. Diperlukan figur muda dan berbakat untuk dipoles dan diarahkan untuk menjadi ikon agar Dangdut patut diperhitungkan sebagai salah satu Sub-culture atas perkembangan kebudayaan pop di Dunia.

Via Vallen adalah salah satu figur yang tepat untuk memikul tanggung jawab itu. Dia muda, berprestasi dan mewakili generasi baru Dangdut yang potensial. Via akan menjadi agen yang mempromosikan Indonesia di kancah Asia melalui musik dangdut yang dia bawakan. Via akan menjadi ikon musik yang menjadi idola para anak muda di Asia. Saat ini, sudah banyak anak-anak muda yang telah meng-cover theme song tersebut di YouTube.

Demografis penduduk Indonesia yang saat ini sebagian besar adalah anak muda, yang seusia Via Vallen bisa jadi alasan lain. Via bahkan memiliki fanbase yang dinamakan Vyanisty, yang bahkan sudah memiliki perwakilan hampir di semua daerah.

Perkembangan teknologi informasi agaknya juga dimanfaatkan betul oleh pemerintah dalam momen Asian Games ini. Hampir seluruh departemen kementrian dan pemerintah daerah beramai-ramai membuka akses publik melalui laman Instagram, Facebook atau Twitter mereka. Siapa yang banyak mengakses situs-situs tersebut? Tentu anak muda.

Okay, so... Ada tiga hal; yang pertama dangdut digunakan sebagai upaya diplomasi kebudayaan bangsa, juga  sebagai representasi identitas nasional. Serta yang kedua penunjukan ikon pedangdut muda bertalenta yang sedang bersinar saat ini,Via Vallen. Yang ketiga, pemanfaatan generasi muda dan perkembangan teknologi informasi; ketiga hal tersebut adalah motor penggerak dari apa yang menjadi jargon Indonesia dalam Asian Games ke-18, Energy of Asia

Riuhnya warganet dalam menanggapi persoalan ini malah menunjukkan minat masyarakat Indonesia bukan hanya sekedar tahu ada event, bahkan ikut terlibat didalamnya, melalui kegiatan komentar-komentar pedasnya. Sekaligus menjadi barometer bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia bersemangat menyambut Asian Games ke 18 kali ini. So, tetap dukung juga para atlet yang berlaga dan semoga Indonesia menjadi Juara Umum. Indonesia Juara!