Mohon tunggu...
Ari ElfinTaris
Ari ElfinTaris Mohon Tunggu... Mahasiswa - Hadir jika ingin menulis

Menuang apa yang ada di kepala

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Penggunaan Google Membuat Pelajar Indonesia Malas Berpikir?

20 Juni 2021   18:40 Diperbarui: 20 Juni 2021   18:48 783
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: www.Zenius.net

Siapa yang tidak menggunakan mesin pencarian yang bernama Google saat ini? Mau dari kalangan lansia, dewasa, remaja, sampai anak-anak tentu bisa mengakses Google untuk menambah informasi mereka pribadi. Tetapi yang jadi permasalahannya apakah dengan kehadiran teknologi ini justru membuat pelajar menjadi malas berpikir? apakah kehadiran Google memiliki risiko yang tinggi bagi para pelajar Indonesia?

Sedikit Awal Mula Google dan Berbagai Jenis Search Engine

Mulanya Google hadir sebagai solusi untuk mempermudah manusia dalam mendapatkan informasi. Google yang di ciptakan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 1998. Kehadiran Google ini bahkan dinilai lebih berhasil dibandingkan mesin pencari yang ada sebelumnya. Kini Google menempati peringkat 1 sebagai mesin pencari dengan pengguna terbanyak di dunia. Diikuti dengan Microsoft Bing, Yahoo, Baidu, Yandex, DuckDuckGo, Ask.com, Ecosia, Aol.com, Internet Archive berdasarkan Top 10 Search Engines In The World (2021 Update) (reliablesoft.net).

Apakah Penggunaan Google akan Mempermalas Pelajar?

Jika pertanyaannya seperti ini maka bisa saya jawab bahwa penggunaan Google tentu tidak akan mempermalas pelajar jika pelajar menggunakan informasi dari Google sebagai dasar materi atau berpikir saja, selanjutnya pelajar disarankan untuk mengembangkan informasi tersebut menggunakan logika. Sehingga disini otak terbiasa untuk berpikir logis dan tidak malas.

Kenyataannya banyak saat ini pelajar menggunakan atau mengambil informasi dari Google secara mentah-mentah tanpa menambahkan dengan kata-katanya sendiri. Bahkan lebih parahnya. mereka hanya menggunakan satu sumber saja tanpa ada memilah-milah informasi mana yang sudah teruji keabsahannya. Disini tentu otak tidak dibutuhkan untuk berpikir, jika terus-menerus seperti itu maka otak akan terbiasa dan menjadi malas untuk berpikir.

Dengan membaca dari berbagai macam sumber web akan membuka pikiran kita dan mengajak logika kita untuk bisa memilih mana jawaban yang paling teruji keabsahannya. Karena yang seperti kita ketahui bahwa setiap orang berhak untuk menulis di Google. Selain mencari sumber dari berbagai macam web, saya juga merekomendasikan informasi yang baik biasanya berasal dari website-website sebuah organisasi perusahaan, dan institusi pendidikan. Biasanya mereka tidak menggunakan domain .com.

Apakah Penggunaan Google Sangat Berisiko untuk Membuat Pelajar Malas?

Ya, tentu saja penggunaan Google ini sangat berisiko untuk membuat pelajar malas. Hal ini dikarenakan kehadiran Google untuk mempermudah kehidupan manusia dalam mendapat informasi, dan kemudahan ini tentu berisiko untuk membuat pelajar malas.

Lantas jika memang berisiko tinggi untuk membuat pelajar malas, untuk apa Google dibiarkan berjalan sampai saat ini di Indonesia?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun